“Capaian CKG Lebong Jeblok, Kadinkes Rachman Ultimatum Puskesmas!”.

Pewarta : Rudhy Muhammad Fadhel

Lebong, PortalBermano.com – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebong, Rachman, SKM, MKM, M.Si, secara resmi membuka Pertemuan Verifikasi dan Evaluasi Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Triwulan III serta Sosialisasi Inovasi ‘Bahagia Sejak Lahir’ Tahun 2026. Acara yang berlangsung pada Jumat (16/10) ini menyoroti masih rendahnya capaian CKG daerah yang baru menyentuh angka 16,67% dari target 46%.

Realisasi CKG Triwulan III di Kabupaten Lebong baru mencakup 18.986 orang dari total 113.910 jumlah penduduk. Dari evaluasi yang dipaparkan, Puskesmas Tapus mencatat capaian tertinggi sebesar 33,30%, sedangkan Puskesmas Semelako menjadi yang terendah dengan capaian baru menyentuh 9,45%.

Selain capaian CKG yang minim, Rachman juga menyoroti kendala serius pada penginputan sistem informasi gizi (SIGIZI). Rata-rata puskesmas ditemukan menginput data yang tidak sesuai dengan Definisi Operasional (DO). Akibatnya, hasil kerja keras petugas di lapangan tidak terbaca pada dashboard Standar Pelayanan Minimal (SPM).

“Saya minta dengan tegas kepada seluruh kepala puskesmas dan bidan koordinator untuk memelototi kembali inputan SIGIZI ini. Pastikan semuanya sesuai DO agar data kita sinkron. Evaluasi hari ini bukan untuk mencari siapa yang salah, melainkan untuk melihat secara objektif kesenjangan target agar bisa langsung kita perbaiki,” ujar Rachman dalam statement langsungnya.

Untuk mengejar ketertinggalan target di sisa tahun anggaran 2026, Kadinkes Lebong Rachman SKM MKM MSi., menginstruksikan empat poin penekanan strategis yang pertama Peningkatan Kualitas Program, Yaitu memastikan pelaksanaan program CKG dan SIGIZI berjalan ketat sesuai pedoman operasional dan target sasaran.

Kedua akurasi data mutlak, Menjamin kelengkapan, keakuratan, dan ketepatan waktu penginputan data demi menyajikan kondisi riil kesehatan masyarakat.

Dan ketiga penguatan hubungan lintas sector, Yaitu dengan mempererat jalur koordinasi dan komunikasi instan antara Dinas Kesehatan, puskesmas, serta para petugas pengelola program.

Sementara yang ke empat adalah rencana tindak lanjut konkret, Yaitu dengan menyusun langkah penanganan hambatan lapangan yang terukur dan dipantau secara berkala.

Rachman mengingatkan jajarannya bahwa performa dinas tidak lagi dinilai dari sekadar penyerapan anggaran atau formalitas pelaksanaan seremonial semata.

“Keberhasilan suatu program kesehatan itu indikator utamanya adalah mutu pelayanan, ketepatan sasaran, dan validitas data. Mutu data yang berkualitas akan melahirkan kebijakan dan intervensi kesehatan yang tepat sasaran bagi masyarakat Lebong,” tegas Rachman.

Agenda strategis yang dipusatkan di Ruang rapat Internal Dinas Kesehatan Lebong ini turut dihadiri oleh jajaran eselon dinas, termasuk Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, perwakilan Dinas Dukcapil Kabupaten Lebong (Kabid Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan serta Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil), Sub Koordinator Kesga dan Gizi, seluruh Kepala Puskesmas, Bidan Koordinator, hingga Bidan Praktek Mandiri sewilayah kerja Kabupaten Lebong. (RMF-NikBong)

Follow Portal Bermano di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan