Pewarta : Rudhy Muhammad Fadhel.
Lebong. PortalBermano.com – Ditengah kenaikan harga beras dan padi di Indonesia dan Provinsi Bengkulu, nampaknya membawa berkah bagi para petani di Kabupaten Lebong. Terutama yang sedang melaksanakan panen raya musim tanam pertama (MT-1).
Salah satu toke beras di wilayah Kecamatan Lebong Sakti, Zubran Jaya mengatakan, kenaikan harga beras naik signifikan. Saat ini harga beras di musim tanam satu (MT1) di angka Rp 210 ribu per kaleng atau 13.125 per Kg. Sedangkan, untuk gabah padi Rp 330 per kaleng atau 6.900 per Kg.
“Iya, per kaleng mencapai 210 ribu. Kalau untuk gabah padi perkarung di angka Rp 330 ribu,” katanya kepada wartawan, Kamis (29/2).
Sementara itu, Kadis Ketahanan Pangan Kabupaten Lebong, Tina Herlina membenarkan informasi tersebut.
Menurutnya, kenaikan harga beras dan padi ini akan memberikan dampak pada kenaikan kesejahteraan petani yang sedang melaksanakan MT1. Sebelumnya, harga beras hanya 11.875 per Kg. Sedangkan, gabah padi hanya 6.770 per Kg.
“Iya, itu juga berdasarkan pantauan kita di tingkat toke beras di daerah itu,” sebutnya.
Simak Vidio Keterangan Kepala dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Lebong Hedi Perindo berikut ini :
“Alhamdulillah hari ini kita berada di Desa Nangai Tayau, memantau dan melihat langsung masyarakat melasakanakan panen di masa tanam satu (MT1).” Sebut Hedi.
Dari sekitar 8.500 luasan hetar sawah yang ada di kabupaten Lebong,akan dipanen pasa masa MT-1 hingga bulan april mendatang.
Dari sample hasil panen yang kita ambil, rata-rata hasil produksi gabah 6 ton per hektare. Sehingga, total seluruh produksi di perkirakan di masa MT-1 mencapai Rp 51 ribu ton,” katanya.
“Kalau nanti kita bisa menggenjot lagi ke program pemerintah daerah, dua kali panen dalam satu tahun (IP 200). Atau menuju ke 3 kali atau IP 300, mungkin produksinya akan meningkat dari tahun-tahunnya,” jelasnya.
“Kalau kita melihat harga gabah di tahun ini mencapai Rp 7 juta per ton. Sehingga, dari hasil yang kita kalikan 51 ribu ton, itu bisa menghasilkan pendapatan 350 miliar di masa MT1,” demikian Hedi. (RMF-NikBong)



















ok