Bantu Rakyat, Bupati Lebong H. Azhari Tawarkan Diri Ikut Goro Bersama Warga Talang Liak untuk Antisipasi Banjir

Pewarta : Rudhy Muhammad Fadhel

Lebong. PortalBermano.com – Komitmen nyata dalam merespons keluhan masyarakat ditunjukkan langsung oleh Bupati Lebong, H. Azhari, SH., MH. Pada Selasa sore (8/9), orang nomor satu di Kabupaten Lebong ini turun langsung meninjau titik rawan banjir luapan Sungai Air Ketahun yang berlokasi di kawasan Lubuk Saung, perbatasan antara Desa Talang Liak 1 dan Desa Talang Liak 2, Kecamatan Bingin Kuning. Dalam inspeksi mendadak tersebut, Bupati Lebong H.Azhari,SH.,MH.,didampingi oleh Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perhubungan (PUPR-Hub) Lebong, Indra Gunawan, SPi., MSi., beserta jajaran Bidang Sumber Daya Air (SDA).

 

Di lokasi peninjauan, kehadiran rombongan disambut hangat oleh pemerintah desa, para sesepuh, serta tokoh masyarakat setempat. Sembari melihat kondisi aliran sungai, Bupati Lebong H.Azhari,SH.,MH., sempat bernostalgia dan mengenang masa kecilnya yang pernah bermain di derasnya arus Sungai Air Ketahun.

Melalui dialog interaktif di lapangan, Bupati Lebong H.Azhari,SH.,MH.,mendapatkan keterangan langsung dari para tokoh masyarakat mengenai akar permasalahan banjir. Berdasarkan aspirasi warga, rendahnya tanggul di sekitar lokasi Lubuk Saung menjadi penyebab utama air sungai mudah meluap. Akibat tanggul tersebut tidak mampu membendung debit air yang melonjak drastis saat intensitas curah hujan tinggi, terutama ketika terjadi hujan lebat di wilayah hulu yang kerap memicu banjir bandang.

Menanggapi keluhan mendesak dari warganya, Bupati Lebong H.Azhari,SH.,MH., bergerak cepat dengan langsung memerintahkan tim teknis dari Dinas PUPR-Hub Lebong, khususnya Bidang SDA, untuk segera melakukan kajian teknis di lokasi tersebut. Kajian ini ditargetkan untuk merumuskan penanganan darurat yang tepat guna mengantisipasi kerawanan banjir diwilayah ini.

Di sisi lain, Bupati Lebong H.Azhari,SH.,MH., secara terbuka mengakui adanya kendala regulasi. Secara administrasi, kewenangan penanganan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ketahun sebenarnya berada di bawah tanggung jawab Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII. Jika harus menunggu pengajuan formal hingga realisasi proyek dari pusat, hal tersebut membutuhkan proses birokrasi yang panjang dan memakan waktu lama.

Demi mengedepankan keselamatan dan kepentingan mendesak masyarakat, Bupati Lebong H.Azhari,SH.,MH., mengambil langkah diskresi yang solutif. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyelesaikan persoalan ini bersama-sama secara swadaya melalui aksi gotong royong (goro).

Bak Gayung bersambut, setelah dilakukan koordinasi, diketahui bahwa pihak BWS Sumatera VII siap memberikan dukungan berupa bantuan unit bronjong.

Berdasarkan kesepakatan bersama antara pemerintah daerah dan warga, diputuskan bahwa peningkatan ketinggian tanggul akan dilakukan menggunakan bronjong bantuan tersebut, yang pengerjaan pengisian batunya akan dilakukan secara gotong royong.

Menariknya, sebagai bentuk totalitas kepemimpinan, Bupati Lebong H.Azhari,SH.,MH., menyatakan kesiapannya untuk ikut berpeluh keringat bersama warga dalam aksi gotong royong tersebut.

“Berdasarkan keterangan dari pihak Dinas PUPR-Hub, pihak BWS Sumatera VII siap memberikan bantuan sejumlah unit bronjong. Nanti bronjong ini akan kita isi secara bergotong royong guna meningkatkan ketinggian tanggul di pinggir sungai, agar dapat menahan luapan air saat terjadi kenaikan debit Sungai Ketahun,” ujar Bupati Lebong H.Azhari,SH.,MH.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan segera menjadwalkan aksi gotong royong massal tersebut dalam waktu dekat.

“Nanti kita tentukan waktu yang tepat. Saya sendiri yang akan kembali datang ke sini, kita sama-sama bergotong royong membangun Kabupaten Lebong yang sama-sama kita cintai ini,” pungkas Bupati Lebong H. Azhari,SH.,MH., menyemangati warga.

Untuk diketahui berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, kawasan Lubuk Saung yang merupakan area pemukiman padat warga di Desa Talang Liak 2 memang telah lama menjadi langganan banjir.

Pemukiman ini selalu terdampak parah, baik saat debit air Sungai Ketahun naik akibat hujan lokal, maupun saat menerima banjir bandang kiriman dari wilayah hulu yang melintasi sepanjang aliran Desa Talang Liak. (RMF-NikBong)

Follow Portal Bermano di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan