Ancam Keselamatan Pengendara, Dinas PUPR-Hub Lebong Desak Pemprov Bengkulu Perbaiki Plat Deker yang Ambrol

Pewarta : Rudhy Muhammad Fadhel

Lebong, PortalBermano.com – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perhubungan (PUPR-Hub) Kabupaten Lebong bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait infrastruktur jalan yang memprihatinkan. Kepala Dinas PUPR-Hub Kabupaten Lebong, Joni Prawinata, S.E., M.M., melakukan koordinasi intensif dengan Bidang Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Bengkulu guna mendesak perbaikan sejumlah titik jalan rusak yang berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi.

Langkah ini diambil karena kondisi kerusakan di lapangan dinilai sudah sangat darurat. Jika tidak segera ditangani oleh pemerintah provinsi, kerusakan jalan tersebut dikhawatirkan akan menjadi ancaman nyata bagi keselamatan para pengguna jalan serta berpotensi besar memicu kecelakaan lalu lintas.

Kepala Dinas PUPR-Hub Kabupaten Lebong, Joni Prawinata, S.E., M.M., menegaskan bahwa kondisi di lapangan sudah tidak bisa dibiarkan lebih lama lagi karena menyangkut keselamatan masyarakat banyak.

“Kami sudah berkoordinasi langsung dan menyampaikan laporan teknis ke pihak Bina Marga Provinsi. Kondisi empat titik plat deker yang ambrol ini sudah sangat darurat dan menjadi ancaman langsung bagi keselamatan warga kami yang melintas setiap hari. Kami meminta dan sangat berharap Pemprov Bengkulu bisa segera melakukan penanganan darurat sebelum memakan korban jiwa,” ujar Joni.

Berdasarkan data dan catatan yang dihimpun oleh Dinas PUPR-Hub Kabupaten Lebong, terdapat sedikitnya empat titik plat deker yang saat ini kondisinya telah ambrol. Kerusakan struktur ini memicu munculnya lubang-lubang besar dan dalam di tengah maupun tepi jalan lintas.

Dua di antara titik kerusakan paling parah berada di kawasan padat aktivitas warga. Titik pertama terletak di ruas jalan tepat di depan Terminal Pasar Rakyat Muara Aman. Sementara titik kedua berada di ruas jalan depan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Amen. Kedua titik ini merupakan jalur utama yang setiap hari padat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Ruas jalan di depan Terminal Muara Aman dan TPU Amen itu adalah jalur urat nadi aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat Lebong. Kalau plat deker yang jebol itu dibiarkan, lubangnya akan semakin membesar dan sangat rawan memicu kecelakaan, terutama saat malam hari atau ketika hujan deras tergenang air. Oleh karena itu, percepatan perbaikan dari provinsi sangat kami harapkan,” tambah Joni.

Menanggapi desakan tersebut, pihak Dinas PUPR Provinsi Bengkulu memberikan penjelasan resmi terkait status penanganan jalan tersebut. Pihak dinas menyampaikan bahwa perbaikan secara menyeluruh terhadap empat titik plat deker yang ambrol di Kabupaten Lebong baru akan diakomodasi pada tahun anggaran 2027 mendatang.

Keterlambatan penanganan ini disebabkan karena plot anggaran pada tahun berjalan saat ini sudah habis terserap dan mendapatkan peruntukan bagi program prioritas lain yang telah dikunci di dalam sistem perencanaan daerah. Kendati demikian, Dinas PUPR Provinsi Bengkulu menyatakan akan tetap memasukkan titik-titik kerusakan darurat ini ke dalam skenario prioritas usulan anggaran infrastruktur tahun 2027 agar dapat segera direkonstruksi begitu anggaran baru berjalan. (RMF-NIKBONG)

Follow Portal Bermano di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *