Pewarta : Rudhy Muhammad Fadhel
Lebong. PortalBermano.com – Langkah taktis dan strategis kembali ditunjukkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong. Demi mendongkrak kemajuan daerah secara masif, Pemkab Lebong resmi menjalin kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui penandatanganan Nota Kesepakatan Sinergi (NKS) yang digelar di Ruang Rapat Lantai 12, Gedung B.J. Habibie (BRIN), Jakarta Pusat, Selasa (13/10).

Acara penandatanganan NKS ini merupakan tindak lanjut cepat dari Surat Bupati Lebong Nomor S-100.2.2.3/40/SETDA-B1/2026 yang dilayangkan pada awal Oktober lalu. Langkah kolaboratif ini sengaja diambil guna memaksimalkan segenap potensi lokal yang ada di Bumi Swarang Patang Stumang, sekaligus mempercepat pembangunan di berbagai sektor unggulan Kabupaten Lebong.
Dikomfirmasi melalui Kepala Bagian Prokopimda Setdakab Lebong Noris Herpiko, Bupati Lebong mengungkapkan rasa optimisnya yang besar terhadap masa depan pembangunan daerah. Kemitraan ini dinilai sebagai lompatan besar yang akan membawa perubahan nyata bagi masyarakat.
“Kerja sama dengan BRIN ini adalah tonggak sejarah baru untuk Kabupaten Lebong. Kita tidak ingin lagi membangun daerah dengan cara yang biasa-biasa saja atau sekadar meraba-raba. Dengan dukungan sains, teknologi, dan riset dari para ahli di BRIN, setiap potensi yang ada di Lebong—mulai dari sektor pertanian, perkebunan kopi, hingga tata kelola pemerintahan—akan kita maksimalkan. Ini adalah komitmen nyata kami untuk membawa Lebong berlari kencang menuju daerah yang maju, mandiri, dan sejahtera. Lebong harus menyala!” tegas Bupati Lebong dengan penuh semangat.

Apresiasi Tinggi dari BRIN Pusat, Bak gayung bersambut, Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Dr. Yopi, memberikan apresiasi yang luar biasa atas gerak cepat dan komitmen tinggi yang ditunjukkan oleh jajaran Pemkab Lebong. Menurutnya, Lebong merupakan salah satu daerah yang paling progresif dalam menjemput bola inovasi ke pusat.
“Kami dari BRIN sangat mengapresiasi visi besar dan keseriusan Pemkab Lebong. Tidak banyak daerah yang memiliki komitmen sekuat ini untuk melibatkan sains dan teknologi dalam kebijakan pembangunannya. BRIN siap menurunkan tim ahli dan seluruh instrumen riset yang kami miliki untuk mengawal RPJMD Lebong. Kami optimis, dengan kekayaan potensi daerah yang dipadukan dengan intervensi teknologi yang tepat, Kabupaten Lebong akan menjadi motor penggerak inovasi daerah di tingkat nasional,” ujar Dr. Yopi.
Dr. Yopi juga menjelaskan bahwa kerja sama ini berfokus pada tiga pilar utama demi kemajuan masyarakat Lebong, yang pertama adalah, Menyelaraskan Visi dan Misi Daerah, Seluruh program riset dan teknologi inovatif akan dikoneksikan langsung dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lebong Tahun 2021–2026.
Kedua, Optimalisasi Potensi Sektoral: Memanfaatkan hasil penelitian makro, sains data, hingga teknologi pertanian guna mendongkrak produktivitas sektor-sektor unggulan di Lebong.

Sedangkan yang ketiga adalah Kebijakan Publik Berbasis Bukti (Evidence-Based Policy), Menjadikan kajian ilmiah BRIN sebagai pondasi bagi Pemkab Lebong dalam merumuskan kebijakan yang efektif, transparan, dan berkelanjutan.
Dihadiri Delegasi Komprehensif, Data yang berhasil dihimpun awak media PortalBermano.com, penandatanganan ini dihadiri langsung oleh gerbong utama Pemkab Lebong. Selain Bupati Lebong, tampak hadir Sekretaris Daerah (Sekda), Kepala Bappeda, Kepala Dinas PMD, Kepala DP3KB, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Perkan), Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD), serta Kabag Pemerintahan Setda Lebong.
Sementara itu, pihak BRIN menurunkan kekuatan penuh dari berbagai pusat riset, mulai dari jajaran Direktur Deputi, Kepala Biro Hukum dan Kerja Sama, hingga para Kepala Pusat Riset strategis. Di antaranya adalah para pakar dari Pusat Riset Ekonomi Industri, Riset Ekonomi Makro, Sains Data dan Informasi, Tanaman Pangan, hingga Riset Teknologi Lingkungan dan Teknologi Bersih.
Dengan hadirnya para peneliti lintas disiplin ilmu tersebut, Pemkab Lebong berkomitmen agar program pembangunan ke depan dapat dieksekusi secara terukur berdasarkan data demi kesejahteraan masyarakat luas. (RMF-NikBong)















