Maka dari itu pihaknya akan berusaha berjuang untuk membuat peserta didik meningkatkan kemampuan maupun prestasi dengan diberikan pelayanan sepenuhnya. Baik dari segi akademik maupun non-akademik.
“Kita tekankan pengawasan terhadap anak terkait aibon. Bupati tekankan tidak ada lagi anak anak usia sekolah terlibat aibon dan tuak,” ungkapnya.
Sudah tidak ada lagi alasan bagi anak untuk putus sekolah karena faktor ekonomi, karena saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong, banyak memberikan perhatian luar biasa di bidang pendidikan.
Mulai dari bantuan pendidikan atau yang disebut PIP. Sudah ada belasan ribu siswa di Lebong sudah menerima dana PIP mulai jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) yang ada di Lebong, Bahkan kedepan kita akan pertimbangkan pengadaan Bus Sekolah dari wilayah tertentu yang dinilai sulit dalam hal transportasi, seperti Tiksirong Kecamatan Topos , Ladang Palembang kecamatan Lebong Utara,serta Daneu Liang kecamatan Lebong Tengah .
Tak hanya itu, Pemkab Lebong juga telah menyiapkan pagu program minimal satu desa satu sarjana bagi siswa selesai jenjang SLTA.
“Kami minta pihak sekolah melaporkan jika ada anak-anak melanjutkan sekolah,” bebernya.

Dengan begitu dirinya yakin SMP N 08 Lebong akan menghasilkan generasi penerus yang memiliki nilai jual dan potensi luar biasa dimasa depan.
“Kami berharap anak-anaknya lulus dari sini mempunyai nilai jual potensi yang luar biasa untuk masa depannya ke depan,” tutur Kopli.
Pantauan dilapangan, acara dilanjutkan dengan pelepasan balon oleh kepala sekolah, bupati Lebong, dan siswa-siswi kelas 9 SMPN 08 Lebong, serta penampilan dari Pramuka Depati Setimbang Alam (DSA) SMPN 08 Lebong.(Alexander)










