DLH Lebong Pantau Kualitas Air Permukaan

Pewarta : Rudhy Muhammad Fadhel

Lebong. PortalBermano.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebong secara konsisten melaksanakan kegiatan pemantauan kualitas air permukaan di tiga aliran sungai strategis, yaitu Air Ketahun, Air Kotok, dan Sungai Uram amis (3/9).

Langkah ini diambil sebagai bagian integral dari komitmen pemerintah daerah untuk menjaga kelestarian sumber daya air sekaligus mengantisipasi dampak pencemaran lingkungan.

Hal ini disampaikan oleh kepala DLH Kabupaten Lebong Indra Gunawan,SPi.,MSi yang  menyatakan bahwa aktivitas pemantauan ini memiliki peran yang sangat krusial dalam mengumpulkan data fisik, kimia, dan biologi air yang akurat.

Kadis DLH Lebong Indra Gunawan SP MM
Kadis DLH Lebong Indra Gunawan SP Msi.    

Data ilmiah yang diperoleh dari lapangan nantinya akan diuji di laboratorium untuk menjadi fondasi utama dalam penghitungan Indeks Kualitas Air (IKA) di Kabupaten Lebong.

“Melalui pemantauan rutin ini, kita dapat memetakan status mutu air sungai secara objektif. Ini penting agar kita tahu apakah kondisi air masih dalam status baik atau sudah mengalami pencemaran, sehingga langkah penanggulangan bisa diambil secara cepat dan tepat,” Sampai Indra Gunawan,Spi.,MSi.

 

Selanjutnya Indra Gunawan menyebutkan bahwa fokus Lokasi PemantauanTim teknis dari DLH Kabupaten Lebong yang  diterjunkan langsung ke beberapa titik sampling yang tersebar di sepanjang aliran sungai,

Yang pertama adalah Air sungai Ketahun, Sungai ini membentang luas di Kabupaten Lebong dan menjadi andalan masyarakat untuk kebutuhan harian, pertanian, hingga sumber baku air bersih.

Kedua adalah Air Kotok,  Pemantauan dilakukan untuk melihat dampak aktivitas domestik dan pemukiman di sekitar aliran air terhadap perubahan parameter lingkungan.

Dan yang ketiga Sungai Uram, Ekosistem perairan di sekitar wilayah pertanian dan tangkapan air agar tetap terjaga dari residu berbahaya. Antisipasi Pencemaran dan BencanaSelain untuk mengukur parameter baku mutu air, pemantauan ini juga dilakukan secara berkala demi mengevaluasi kondisi sungai pasca terjadinya perubahan iklim atau fluktuasi debit air.

Lebih Lanjut Indra Gunawan juga menjelaskan bahwa Fluktuasi ini kerap kali memengaruhi tingkat kekeruhan dan membawa material sedimen lumpur dari hulu.

Melalui data IKA yang tervalidasi, Pemkab Lebong berharap dapat terus menyusun kebijakan lingkungan yang tepat sasaran, berkoordinasi dengan lintas sektor, serta mengedukasi masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai agar tidak membuang sampah maupun limbah domestik secara sembarangan Demikian Indra Gunawan,SPi.,MSi. (RMF-NikBong)

Follow Portal Bermano di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *