
Pewarta : Rudhy Muhammad Fadhel
Lebong.PortalBermano.com – Sekolah Sepak Bola (SSB) Bermani Jurukalang Lebong merupakan salah satu Sekolah Sepak Bola di Kabupaten Lebong, yang melakukan pembinaan sepak bola di usia Dini. Sekolah ini memiliki puluhan siswa yang berusia antara 8 tahun sampai dengan 14 tahun.
SSB Bermani Jurukalang Lebong ini mempunyai agenda latihan rutin latihan seminggu satu kali yaitu setiap hari Minggu dimulai pukul 07.30 – 11.00 WIB. Berlokasi latih di Stadion GOR Lebong Selatan, Telah mendapat respon Positife para orang tua yang ingin mengembangkan bakat dan talenta anaknya di cabang olahraga sepakbola. Bahkan siswanya pun berasal tidak hanya di sekitar Kecamatan Lebong Selatan, namun juga berasal dari kecamatan lain yang ada di Kabupaten Lebong.

Meski dengan fasilitas latihan yang masih jauh dari sempurna, tapi SSB yang baru berusia dua bulan ini sudah menunjukkan hasilnya dengan berhasil masuk empat besar Festival Sepak Bola Anak Indonesia (FSAI ) zona provinsi Bengkulu beberapa waktu yang lalu di kelompok umur 12 tahun.

Inisiator berdirinya SSB Bermani Jurukalang Lebong, Gunawan, ketika ditemui di stadion GOR Lebong Selatan, Minggu(23/7/2023), mengatakan bahwa inisiatif mendirikan SSB ini dilatar-belakangi dengan belum adanya wadah yang bisa memfasilitasi anak-anak Lebong untuk mengembangkan bakatnya di cabang olahraga sepakbola terutama di kelompok usia dini. Dan juga kegiatan ini salah satu cara paling sederhana untuk ikut merawat asset pemerintah yang sempat terbengkalai dengan memanfaatkan sesuai peruntukkannya.
“Saat ini anak-anak banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan tidak bergerak cenderung bermalas-malasan dengan bermain komputer, video game, handphone, televisi dan lainnya. Hal ini dapat menyebabkan gaya hidup yang cenderung lebih destruktif pada generasi penerus kita”, ujar Gunawan. Menurutnya, anak-anak pada usia 8-14 tahun membutuhkan aktivitas yang banyak dan positif. Pada rentang usia ini, mereka bermain sepak bola di fase pengenalan, pelatih mengajarkan anak tentang bergembira, dan bagaimana cara menikmati permainan sepak bola yang menyenangkan.
Ditambahkannya, meskipun jauh dari ideal/kesempurnaan, kita harus memulai sesuatu dengan nyata sesuai kemampuan. Jangan tunggu sempurna baru berbuat. Lebih baik memulai daripada hanya bisa menilai.
” Memang SSB ini masih jauh dari sempurna. Tapi kami bertekad akan mendidik anak-anak dengan ikhlas sesuai kemampuan. Keseriusan dan disiplin anak-anak menjadikan energi bagi kami untuk membina mereka”,tegasnya.
” Berguyur kami akan meningkatkan segala aspek untuk menunjang pengembangan bakat anak-anak. Termasuk SDM pelatih akan kami tingkatkan dengan mengikutkan beberapa pelatih untuk ikut kursus kepelatihan minimal lisensi D PSSI “,ungkap pria yang juga Ketua Askab PSSI Lebong ini.
Dari pantauan langsung wartawan di lapangan, SSB ini sementara ini terbuka untuk anak-anak Lebong dan tidak dipungut biaya alias gratis. SSB dengan jargon Belajar Berkembang Bersama ini sudah memiliki siswa tidak kurang dari 70 orang berbagai kelompok umur.(RMF-NikBong)


















