Sinergi TNI dan Pemda: Bupati Lebong H.Azhari,SH.,MH Tanda Tangani Kesepakatan “Bantu Rakyat” Pangdam XXI/Radin Inten Dan Gubernur Serta Bupati/Walikota

Pewarta : Rudhy Muhammad Fadhel

BengkuluPortalBermano.com –  Langkah besar dalam percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Bengkulu resmi dimulai. Komando Daerah Militer (Kodam) XXI/Radin Inten bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu serta Pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi Bengkulu secara resmi menandatangani Kesepakatan Bersama (Memorandum of Understanding/MoU) tentang Sinergi Pembangunan Daerah dalam Mendukung Program Bantu Rakyat di Bumi Merah Putih Provinsi Bengkulu.Kamis (3/9)

Bupati Lebong H.Azhari,SH.,MH Tanda Tangani  Kesepakatan “Bantu Rakyat” Pangdam XXI/Radin Inten Dan Gubernur Serta Bupati/Walikota
Bupati Lebong H.Azhari,SH.,MH., Tanda Tangani Kesepakatan “Bantu Rakyat” Pangdam XXI/Radin Inten Dan Gubernur Serta Bupati/Walikota

Prosesi penandatanganan akbar yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Panglima Kodam (Pangdam) XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomeui Sianturi,S.Sos.,MSi.,(Han), Gubernur Bengkulu Helmi Hasan,SE., serta disaksikan dan diikuti oleh seluruh Bupati dan Walikota se-Provinsi Bengkulu. Kerja sama strategis ini menandai babak baru kolaborasi antara jajaran TNI AD dan jajaran pemerintah daerah untuk bergotong-royong mengatasi berbagai persoalan sosial-ekonomi mendasar yang dihadapi oleh masyarakat di seluruh pelosok “Bumi Rafflesia”.Manifestasi Kemanunggalan TNI untuk Kesejahteraan Rakyat.

Dalam sambutannya, Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomeui Sianturi,S.Sos.,MSi.,(Han) menegaskan bahwa penandatanganan kesepakatan bersama ini bukan sekadar agenda seremonial di atas kertas. Lebih dari itu, ini merupakan wujud nyata dari komitmen dan amanah undang-undang mengenai Tugas TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam membantu tugas pemerintah di daerah.”TNI lahir dari rakyat dan bekerja sepenuhnya untuk rakyat.

“Melalui Program Bantu Rakyat di Bumi Merah Putih ini, Kodam XXI/Radin Inten mengerahkan seluruh potensi personil dan infrastruktur yang kami miliki untuk menyokong program pembangunan Pemda. Kita fokus pada program yang langsung menyentuh urat nadi kehidupan masyarakat miskin, terisolir, dan membutuhkan bantuan darurat,” ujar Pangdam.

 

Pangdam menambahkan, keterlibatan personel TNI di lapangan dipastikan akan mengakselerasi pengerjaan berbagai program fisik maupun non-fisik, mengingat jaringan personel bintara pembina desa (Babinsa) menjangkau hingga ke tingkat desa dan kelurahan terdalam. Serta ruang Lingkup Program ‘Bantu Rakyat di Bumi Merah Putih’Program berskala masif ini dirancang secara terintegrasi untuk menyasar berbagai sektor krusial demi memutus rantai kemiskinan dan ketertinggalan infrastruktur. Adapun ruang lingkup utama kesepakatan bersama ini meliputi:Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH): Perbaikan hunian warga miskin agar menjadi rumah sehat, aman, dan layak ditempati.

Akselerasi Ketahanan Pangan, Pembukaan lahan tidur, cetak sawah baru, serta optimalisasi sistem irigasi pertanian pedesaan bersama kelompok tani setempat. Dan Pembangunan Infrastruktur Daerah Terisolir, Pembukaan jalan sentra produksi, perbaikan jembatan gantung, serta penyediaan fasilitas air bersih (TNI AD Manunggal Air) di wilayah krisis air. Serta penurunan Angka Stunting, Dengan kolaborasi aktif bersama dinas kesehatan dalam pemantauan gizi, pemberian makanan tambahan, dan edukasi kesehatan ibu-anak. Berikut mitigasi dan Penanggulangan Bencana, Kesiapsiagaan bersama dalam mengantisipasi bencana alam di daerah-daerah rawan gempa dan tanah longsor di Bengkulu.

Sementara itu Gubernur Bengkulu dalam pidatonya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Pangdam XXI/Radin Inten beserta seluruh jajaran TNI atas kepedulian yang luar biasa terhadap akselerasi pembangunan di Bengkulu.

“Pemerintah Daerah memiliki keterbatasan anggaran dan jangkauan eksekusi yang cepat di lapangan. Dengan sinergi bersama TNI, hambatan geografis dan birokrasi bisa kita pangkas. ‘Program Bantu Rakyat di Bumi Merah Putih’ ini adalah jawaban atas kerinduan masyarakat akan kehadiran negara secara cepat dan nyata,” tegas Gubernur.

Gubernur juga menginstruksikan kepada seluruh Bupati dan Walikota yang hadir untuk segera menindaklanjuti MoU ini ke dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang lebih teknis di tingkat dinas atau satuan kerja perangkat daerah (SKPD) masing-masing, agar penganggaran dan eksekusi program dapat berjalan selaras, akuntabel, dan transparan.

Komitmen Bersama Bupati dan Walikota se-Provinsi BengkuluSenada dengan Gubernur, para Bupati dan Walikota se-Provinsi Bengkulu menyatakan kesiapan penuh untuk mengalokasikan dukungan anggaran dan memetakan wilayah-wilayah prioritas di daerah masing-masing yang paling membutuhkan intervensi dari program sinergi ini.

Perwakilan dari kepala daerah menyatakan bahwa kehadiran TNI dalam program pembangunan daerah terbukti mampu menghemat biaya operasional, meningkatkan partisipasi swadaya masyarakat, serta menjamin kualitas hasil fisik bangunan yang kokoh dan tepat waktu.

Acara penandatanganan ditutup dengan foto bersama, penyerahan plakat penghargaan, dan koordinasi teknis awal antara para Dandim di jajaran Korem o41 Gamas  dengan para Kepala Bappeda kabupaten/kota guna menyusun jadwal eksekusi program di lapangan.

Melalui sinergi kokoh antara Pangdam XXI/Radin Inten, Gubernur, serta Bupati dan Walikota, Provinsi Bengkulu optimis mampu mewujudkan pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat secara signifikan menuju Bengkulu yang maju, berdaya saing, dan sejahtera.Demikian Gubernur Bengkulu Helmi Hasan SE (RMF-NikBong)

Follow Portal Bermano di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *