Pewarta : Rudhy Muhammad Fadhel
Lebong, PortalBermano.com – Langkah progresif dalam memperkuat kinerja birokrasi dan menjaga stabilitas daerah terus dipacu oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong. Hal ini disampaikan oleh Bupati Lebong, H. Azhari, S.H., M.H., dalam amanatnya yang dibacakan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) kabupaten Lebong Rudi Setiawan S.ST.,MM., sa’at memimpin langsung apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Lebong yang digelar pada Senin pagi, (19/10).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Azhari menyampaikan amanat penting yang menyoroti tiga klaster utama, yakni penguatan disiplin pegawai berbasis substansi, suksesnya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, hingga kesiapan total menghadapi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak pada November mendatang.

Dalam pidatonya di hadapan peserta apel, Bupati H. Azhari menegaskan bahwa kedisiplinan bukan lagi sekadar formalitas pengisian daftar hadir atau pemenuhan jam kerja, melainkan kunci utama keberhasilan roda organisasi pemerintahan. Ia meminta seluruh ASN untuk menginternalisasi dan mengamalkan nilai-nilai dasar BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) secara nyata dalam sistem pelayanan publik.
“Jadikan nilai-nilai BerAKHLAK tersebut sebagai pedoman utama dalam bekerja sehari-hari, bukan sekadar slogan yang dihafal. Masyarakat membutuhkan pembuktian nyata berupa pelayanan yang cepat, tepat, ramah, dan tidak berbelit-belit,” tegas H. Azhari di hadapan ribuan abdi negara.

Lebih lanjut, Bupati juga memberikan instruksi khusus kepada seluruh kepala perangkat daerah untuk melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan program kerja di instansi masing-masing. Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan setiap rupiah anggaran daerah dikelola secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, serapan anggaran yang tinggi tidak akan berarti jika tidak linier dengan kesejahteraan publik.
“Keberhasilan jalannya pemerintahan tidak lagi diukur dari seberapa banyak kegiatan administratif yang terselenggara atau laporan yang menumpuk. Tolok ukur utamanya adalah seberapa besar asas manfaat dan dampak positif yang benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat Kabupaten Lebong,” tambahnya.
Di samping penguatan internal birokrasi, Bupati turut memberikan atensi khusus pada dua agenda besar yang sedang dan akan berjalan di Kabupaten Lebong. Agenda pertama adalah pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang diinisiasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Bupati H. Azhari menyampaikan apresiasi mendalam kepada BPS Kabupaten Lebong atas kerja keras dan dedikasinya dalam memetakan lanskap perekonomian daerah. Mengingat pentingnya data sensus sebagai landasan utama penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi jangka menengah dan panjang, Bupati menginstruksikan seluruh jajaran ASN untuk menjadi motor penggerak kesuksesan agenda nasional ini.
ASN Pemkab Lebong diwajibkan untuk memastikan diri, keluarga, maupun unit usaha yang mereka miliki telah terdata dengan benar. Bagi aparatur yang merasa belum didatangi petugas atau belum terdata, diimbau untuk segera melapor secara proaktif kepada otoritas terkait. Langkah ini krusial demi terwujudnya basis data perekonomian daerah yang akurat, valid, dan berkualitas.
Peringatan Keras Netralitas ASN Jelang Pilkades Serentak, Agenda besar kedua yang menjadi sorotan tajam Bupati adalah pelaksanaan Pilkades Serentak yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026 mendatang. Menyadari tingginya tensi politik di tingkat akar rumput, H. Azhari mengeluarkan peringatan keras tanpa kompromi kepada seluruh jajaran aparatur negara, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga kelurahan dan desa.
Ia menekankan kewajiban mutlak bagi ASN untuk menjaga netralitas, profesionalitas, dan integritas penuh demi menjaga marwah birokrasi yang bersih dan adil.
“Saya tegaskan dengan sangat keras, jangan pernah ada ASN yang berani menggunakan jabatan, fasilitas negara, maupun kewenangan kedinasan untuk kepentingan politik praktis. Jangan memihak atau melakukan tindakan yang menguntungkan maupun merugikan salah satu calon kepala desa,” perintah Bupati dengan nada tegas.
Di akhir amanatnya, Bupati Lebong mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya. Ia mengajak warga untuk tetap merawat persatuan, bijak menyaring informasi di media sosial, serta tidak membiarkan perbedaan pilihan politik merusak jalinan kerukunan kekeluargaan yang selama ini telah mengakar di desa-desa.
Guna memastikan situasi tetap kondusif, Bupati memerintahkan para Camat dan OPD terkait untuk terus memperkuat koordinasi keamanan bersama jajaran TNI dan Polri. Pendeteksian dini dan mitigasi terhadap segala bentuk potensi kerawanan konflik harus dilakukan secara intensif agar Pilkades Serentak di Kabupaten Lebong dapat berjalan dengan aman, damai, dan sukses. (RMF-NikBong)



















