Pewarta: Rudhy Muhammad Fadhel
Lebong. PortalBermano.com – Menyikapi rentetan bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia hingga menorehkan duka mendalam bagi sesama warga bangsa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong menggelar aksi solidaritas spiritual. Pemkab Lebong melaksanakan kegiatan Doa Bersama Lintas Agama yang dipusatkan di Masjid Agung Sultan Abdullah pada Kamis, (1/10).

Aksi religius ini digelar sebagai langkah preventif batiniah demi memohon perlindungan bagi Provinsi Bengkulu, khususnya wilayah Kabupaten Lebong, agar terhindar dari segala marabahaya dan ancaman bencana alam.

Kegiatan ini dilaksanakan menindaklanjuti Surat Imbauan Gubernur Bengkulu mengenai pelaksanaan doa bersama lintas agama secara serentak yang ditujukan kepada seluruh pemerintah kabupaten dan kota se-Provinsi Bengkulu.

Bupati Lebong, H. Azhari, S.H., M.H., melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Kominfo-SP) Lebong, Heri Setiawan, S.T., menegaskan bahwa sebagai bangsa yang berlandaskan pada ketuhanan Yang Maha Esa, kekuatan doa dan kebersamaan merupakan pondasi paling utama dalam menghadapi setiap ujian.
“Kegiatan zikir dan doa bersama ini diselenggarakan secara serentak di seluruh Provinsi Bengkulu. Ini adalah bentuk ikhtiar batin kita untuk mengetuk pintu langit, memohon pertolongan dan perlindungan dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, agar Kabupaten Lebong khususnya dan Provinsi Bengkulu umumnya senantiasa dijaga dari bencana,” ujar Bupati Azhari sebagaimana disampaikan oleh Kadis Kominfo-SP, Heri Setiawan.
Sebagai wujud kebersamaan yang menyeluruh, Pemkab Lebong juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta menghidupkan momentum ini. Warga diimbau menyelenggarakan kegiatan serupa di masjid-masjid dan mushala di lingkungan masing-masing hari ini, tepatnya setelah menunaikan ibadah salat Magrib.
Langkah masif ini diharapkan dapat semakin mengokohkan visi besar pemerintah dalam mewujudkan Bengkulu sebagai provinsi yang religius, maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Heri Setiawan menambahkan bahwa toleransi dan keterlibatan aktif dari seluruh pemeluk agama menjadi kunci suksesnya gerakan spiritual ini. Masyarakat Kabupaten Lebong yang memeluk agama selain Islam diharapkan dapat menyesuaikan diri dan ikut memanjatkan doa menurut tata cara ibadah masing-masing.
“Untuk saudara-saudara kita yang beragama lain selain Islam, kami meminta untuk tetap berpartisipasi aktif. Mari bersama-sama berdoa sesuai dengan keyakinan dan cara yang diyakini masing-masing demi keselamatan daerah yang kita cintai ini,” pungkas Heri. (RMF-NikBong)


















