Pewarta : Rudhy Muhammad Fadhel
Lebong, PortalBermano.com – Memasuki awal musim penghujan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong langsung mengambil langkah cepat dengan meningkatkan kewaspadaan penuh terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Guna mengantisipasi dampak buruk luapan air yang dapat mengancam keselamatan warga, Bupati Lebong, H. Azhari, S.H., M.H., turun langsung meninjau kondisi debit air Sungai Ketahun di wilayah hulu, tepatnya di Kecamatan Rimbo Pengadang, pada Minggu (4/10).

Langkah proaktif ini diambil mengingat wilayah hulu memiliki peran krusial dalam sistem aliran sungai di Kabupaten Lebong. Selain Kecamatan Topos, Kecamatan Rimbo Pengadang menjadi titik fokus utama pemantauan intensif pemerintah. Wilayah ini secara geografis tercatat memiliki intensitas curah hujan tertinggi di Bumi Swarang Patang Stumang.
Kawasan hulu Rimbo Pengadang tidak hanya menjadi muara bagi pertemuan sejumlah anak sungai kecil di sekitarnya, tetapi juga dikenal sebagai zona merah rawan tanah longsor. Karakteristik topografi yang berbukit dan curam ini sangat rentan mengancam keselamatan warga, permukiman, hingga memutus jalur transportasi logistik lintas kabupaten yang menghubungkan Kabupaten Lebong dengan wilayah tetangga.
Dalam peninjauan di lapangan tersebut, Bupati Azhari dengan tegas menekankan bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Ia menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebong beserta jajaran pemerintah kecamatan dan desa untuk segera menetapkan status siaga dan memantau fluktuasi debit air secara berkala selama 24 jam jika situasi memburuk.
“Kita sudah resmi memasuki musim penghujan. Wilayah Rimbo Pengadang ini adalah hulu dan menjadi titik temu arus dari berbagai anak sungai kecil. Curah hujan di sini sangat tinggi dan topografinya rawan longsor. Oleh karena itu, saya minta tidak ada yang lengah. Kita harus memastikan kesiapsiagaan personel, logistik, dan sistem peringatan dini (early warning system) berfungsi dengan baik tanpa kendala,” tegas Azhari dengan nada lugas di sela-sela pemantauan aliran sungai.
Lebih lanjut, Bupati juga mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh masyarakat Kabupaten Lebong, terutama bagi warga yang bermukim di sepanjang bantaran daerah aliran sungai (DAS) Ketahun dan di bawah lereng perbukitan, untuk meningkatkan kewaspadaan dini. Warga diminta untuk terus memantau perkembangan cuaca dan tidak ragu untuk segera mengungsi jika situasi mulai membahayakan.
“Masyarakat harus sadar risiko lingkungan sekitar. Jika melihat ada tanda-tanda kenaikan debit air yang drastis, air sungai mulai keruh pekat bercampur lumpur, atau ada pergeseran tanah sekecil apa pun, segera evakuasi mandiri dan laporkan ke perangkat desa atau posko kebencanaan terdekat. Sinergi antara pemerintah dan kecepatan laporan warga adalah kunci utama mitigasi kita,” pungkas Azhari.
Pemerintah Kabupaten Lebong melalui BPBD akan menyiapkan posko darurat bencana di sejumlah titik rawan guna mempercepat penanganan dan mobilisasi bantuan jika sewaktu-waktu terjadi luapan sungai atau tanah longsor. (RMF-NikBong)


















