Lagi Di Lebong.Karena Miskin Dan Melarat akhirnya Elva Sartika Sudah 2 Tahun Alami Kebutaan.

Pewarta : Rudhy Muhammad Fadhel

Lebong.PortalBermano.com – dikarenakan hidup dalam kekurangan,Elva Sartika (36) ibu dua orang anak (Farhan Hardians (10)  dan Firlana Al-Hafiz (6)  warga RT.01 kelurahan Tes kecamatan Lebong selatan kabupaten Lebong provinsi Bengkulu Istri dari Jaya Hartawan (34) sudah 2 tahun mengalami kebutaan,Dan Hidup dari belas kasihan lingkungan keluarga dan penghasilan suami yang bekerja buruh tani serabutan.

Elva Sartika dan suaminya Jaya Hartawan serta kedua anak mereka  hidup dalam kondisi memprihatinkan. Pasalnya, Elva sartika sudah dua tahun mengalami kebutaan sementara suaminya Jaya Hartawan disamping harus bekerja serabutan (Pekerja tani) mencari nafkah juga harus mengurus Istrinya Elva yang Buta serta kedua anaknya,sehingga membuat kondisi kehidupan mereka bukan hanya menjadi miskin namun lebih dasri itu yakni melarat.

Rumah yang mereka tumpangi terbuat dari susunan batu bata dan lantai yang sebagian besar belum di plaster serta berlantai tanah berikut jendela masih hanya ditutupi kepingan papan yang belum mampu menghalangi angin malam untuk leluasa masuk kedalam ruangan rumah tersebut.

Di rumah milik kerabat dekatnya yang mereka tumpangi sebagai tempat untuk berteduh. Dan dihadapan Jiran tetangga dan perangkat kelurahan Tes serta Camat Lebong Selatan Karter Jaya S.sos Rabu Malam (26/7) Elva sartika dan suaminya Jaya Hartawan menceritakan sekelumit perjalanan hidup mereka hingga akhirnya seperti kondisi sekarang,

Baca juga :        Bupati Lebong Kopli Ansori Perintahkan Dinkes Beri Layanan Maksimal Pasien Tidak Mampu Di RSUD Lebong

Berdasarkan informasi yang disampaikan langsung oleh Elva dan jaya kepada awak media, 2 tahun lalu Elva mengalami sakit pada bagian kepalanya namun masih bisa dan dapat melihat (belum mengalami kebutaan), dan diakuinya bahwa Elva sempat mendapat pemeriksaan kesehatan dari salah satu rumah sakit yang ada di kota Lubuk Linggau kabupaten Musi rawas Sumatera Selatan

Dari Rumah sakit dimaksud ,Elva direkomendasikan untuk dirujuk ke layanan kesehatan lanjutan yaitu ke rumah sakit yang berada di kota Palembang. Namun lantaran ketidakmampuan dalam hal pembiayaan akhirnya Elva sartika dibawa pulang kelebong,dan setelah dua bulan berikutnya Elva mengalami kehilangan penglihatan.

“Sejak dari dua bulan kami pulang dan tinggal di Lebong yaitu awal tahun 2022 lalu istri saya mengalami kebutaan dan tidak bisa berjalan.”Ucap Jaya hartawan seraya menahan haru disaksikan oleh para Jiran tetangga dan perangkat Kelurahan Tes serta Camat Lebong Selatan Karter Jaya S.Sos.

Ditambahkan oleh jaya hartawan, selama ini mereka pernah berobat ke puskesmas namun kami diminta untuk dirujuk ke Rsud Ujung Tanjung, tapi lagi lagi karena keadaan, hal itu tidak dapat kami lakukan,ungkapnya.

Sementara sa’at ditanya apakah selama ini mereka mendapatkan bantuan social dari pemerintah seperti BST atau PKH serta bantuan pangan atau lainnya , Jaya Hartawan menyampaikan dengan isak yang tertahan dan menyebutkan dengan terbata bata bahwa mereka tidak pernah menerima bantuan social seperti itu

“Kami tidak pernah menerima bantuan seperti itu pak.”Ucap Jaya Hartawan Lirih.

Ditempat yang sama Camat lebong Selatan Karter Jaya S.Sos menyebutkan bahwa dirinya merasa kecolongan,karena selama ini belum mengetahui adanya warga kelurahan Tes yang masuk dalam wilayah kecamatan Lebong Selatan sebagaimana yang dialami Elva Sartika dan Jaya Hartawan dan kedua anak mereka ini.

“Jujur saya merasa kecolongan karena sebelumnya tidak mengetahui adanya kondisi warga seperti yang dialami  Ibu Elva dan keluarganya ini, baru malam ini saya mendapatkan inpormasi tentang keadaaan yang dialami ibu Elva sekeluarga.” Jelas Karter Jaya S.sos.

Untuk kami dari pemerintah kelurahan Tes dan kecamatan Lebong Selatan segera akan berkordinasi dengan pihak terkait, dinas kesehatan dan dinas social serta melaporkan kepada Pimpinan,terkait kodisi Ibu Elva sekeluarga  Pungkas karter Jaya

Terpisah dihubungi melalui sambungan seluler,Pihak Kementerian Sosial RI (Balai sentra Darma Guna) Provinsi Bengkulu melaui  PJ Lebong Darwanti menyarankan agar pemberitaan terkait Elva dapat di lokalisasikan sebatas kabupaten Lebong saja selain itu ia akan menyampaikan hal tersebut kepada Peksos setempat untuk dilakukan asasemen

“Kalau bisa beritanya jangan dulu sampai ke Posko TRC kementerian Sosial RI cukup lebong atau Bengkulu saja.”Ujar Darwanti melalui percakapan Telpon Whatshaap pada pukul 20.57 Rabu (26/7).

Sementara Pekerja social (Peksos) Rehsos yang biasa menjadi mitra awak media ini menyebutkan bahwa dirinya tidak bisa langsung respon karena sedang ada kegiatan diluar kabupaten Lebong.

“Maaf mungkin untuk sa’at ini saya belum bisa respon secara cepat seperti biasanya, Karena saya sedang diluar daerah.” Sebut Oktris dari ujung sambungan telepon.

Dilain pihak Kepala dinas social dan dians kesehatan kabupaten Lebong hingga berita ini ditayangkan masih belum berhasil dihubungi untuk dimintai tanggapan.(RMF-NikBong)

Follow Portal Bermano di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

Jangan Lewatkan