
Pewarta : Rudhy Muhammad Fadhel
Lebong.PortalBermano.com – Pengeluaran Per-Kapita Penduduk Lebong Rendah, Bukti Warga Sudah Sejahtera ?.
Sebelumnya banyak yang tidak menyangka, daerah yang dinilai paling sejahtera di Provinsi Bengkulu berdasarkan biaya pengeluaran per-kapita per-bulan terendah versi Badan Pusat Statistik (BPS).
Dikutip dan di lansir dari laman bps.go.id dan Kongkret.ID (Media Group PortalBermano.com) berikut ini ada 4 daerah yang paling sejahtera dinilai berdasarkan pengeluaran bila diukur dari biaya per-kapita per-bulan terendah:
- Lebong
Kabupaten Lebong diakui sebagai daerah paling sejahtera di Bengkulu. Sebagai urutan nomor 1, biaya pengeluaran rata-rata per kapita di Lebong paling rendah dibandingkan daerah lainnya di Provinsi Bengkulu., yakni sebesar Rp 985 ribu per bulan.
- Kepahiang
Kemudian Kabupaten Kepahiang disebut sebagai salah satu daerah paling sejahtera urutan kedua di Provinsi Bengkulu. Biaya pengeluaran rata-rata per-kapita di Kepahiang relatif rendah di antara daerah lainnya, yakni sejumlah Rp 1,008 juta per bulan.
- Kaur
Selanjutnya adalah Kabupaten Kaur menjadi salah satu daerah paling sejahtera pada urutan ketiga di Provinsi Bengkulu. Biaya pengeluaran rata-rata per kapita di Kaur tergolong cukup rendah, yakni sebesar Rp 1,026 juta per bulan.
- Bengkulu Tengah
Setelah itu adalah Kabupaten Bengkulu Tengah juga termasuk sebagai salah satu daerah paling sejahtera di Provinsi Bengkulu. Biaya pengeluaran rata-rata per-kapita di Bengkulu Tengah terbilang cukup rendah, yakni sebesar Rp 1,062 juta per bulan.
Sementara itu, kepala bps kabupaten lebong, yuniarto membenarkan data tersebut, namun beliau tidak membenarkan secara keseluruhan untuk mengintepretasikan data tersebut,
Namun demikian, ia mengaku pengeluaran per kapita ini belum bisa menyimpulkan untuk trend tingkat kesejahteraan penduduk pada suatu wilayah.
Beliau menjelaskan jika pengeluaran konsumsi yang sedikit tidak semerta merta menunjukkan bahwa harga disuatu daerah lebih murah dan membuat masyarakat menjadi sejahtera. Karena pengeluaran yang kecil juga dapat berarti tingkat daya beli yang rendah dan menunjukkan bahwa di daerah tersebut kurang sejahtera. Oleh karena itu, kita tidak dapat mengintepretasikan data ini secara tunggal, melainkan harus melihat data ekomoni makro lainnya seperti pendapatan perkapita, tingkat pengangguran, persentase kemiskinan, dan data makro lainnya
“Ya, untuk memperlihatkan tingkat konsumsi,” singkatnya.(Alexander)


















1 komentar