Pewarta: Rudhy Muhammad Fadhel
Lebong. PortalBermano.com – Saat ini Indonesia tercatat menempati peringkat kedua tertinggi di dunia untuk jumlah penderita Tuberkulosis (TB). Di tingkat nasional, Provinsi Bengkulu sebenarnya berada di posisi terendah kedua dalam capaian penemuan kasus TB setelah Provinsi Papua.
Meski demikian, Kabupaten Lebong justru menunjukkan performa gemilang dengan mencatatkan capaian target tertinggi di tingkat Provinsi Bengkulu.Saat ini, Bumi Swarang Patang Stumang tersebut telah berhasil menjaring 76 persen atau sebanyak 233 penderita dari total target 308 penderita.
Guna memutuskan mata rantai penularan penyakit menular ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebong bergerak cepat menggelar aksi pelacakan lapangan (tracing) massal. Langkah ini diintegrasikan melalui metode CKG (Cek Kesehatan Gratis) dengan fokus utama pada kontak erat pasien yang dinyatakan positif TB serta populasi yang berisiko tinggi tertular.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebong, Rachman, SKM., MKM., M.Si., menegaskan bahwa langkah taktis ini diambil sebagai bentuk komitmen daerah dalam menyukseskan program kesehatan nasional serta melindungi masyarakat dari penularan yang lebih luas.
“Pelacakan ini sangat penting untuk memastikan tidak ada kasus yang terlewat di lapangan. Dengan begitu, intervensi dan penanganan medis bisa langsung diberikan secara tuntas,” ujar Rachman kepada awak media PortalBermano.com.
Selanjutnya Rachman menyebutkan pihaknya akan menyasar 2.000 Orang di 13 wilayah kerja Puskesmas, Kegiatan pelacakan intensif ini dijadwalkan berlangsung selama lebih dari dua bulan, mulai dari 15 Agustus hingga Oktober mendatang. Pemetaan wilayah kerja telah diatur sedemikian rupa agar intervensi berjalan merata di seluruh wilayah kabupaten.
Total sasaran pelacakan ini menyasar 20 lokus (titik fokus) yang tersebar di wilayah kerja Puskesmas se-Kabupaten Lebong.Target Per Lokus Dinkes Lebong menargetkan pemeriksaan terhadap 100 orang di setiap lokus, sehingga total target pemeriksaan massal mencapai 2.000 orang.
Untuk itu, Dinkes mengimbau masyarakat Kabupaten Lebong dan sangat berharap adanya partisipasi aktif serta kesadaran mandiri dari seluruh lapisan masyarakat. Kesadaran warga dinilai menjadi kunci utama keberhasilan eliminasi kasus TB secara menyeluruh.
Melalui media PortalBermano.com, Rachman mengimbau masyarakat untuk tidak ragu segera melakukan pemeriksaan gratis di Puskesmas terdekat jika mengalami gejala-gejala klinis berikut seperti Batuk berdahak yang tidak kunjung sembuh, Mengalami keringat di malam hari tanpa melakukan aktivitas fisik, Sesak napas, Penurunan nafsu makan secara drastic.
“Kami berharap masyarakat yang memiliki keluhan tersebut untuk segera memeriksakan kesehatannya. Jangan takut, pelayanan di Puskesmas disediakan secara gratis agar mata rantai penularan TB di Kabupaten Lebong dapat kita putus sepenuhnya,” pungkas Rachman. (RMF-NikBong)




















