Pewarta : Rudhy Muhammad fadhel
Lebong, PortalBermano.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebong, Dr. H. Syarifudin, S.Sos., M.Si., memimpin langsung kegiatan Pengawasan Arsip Dinamis serta Pelatihan dan Monitoring Penggunaan Aplikasi SRIKANDI Tahun 2026. Kegiatan yang krusial bagi akselerasi digitalisasi birokrasi ini dipusatkan di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lebong Rabu (28/10).

Demi memastikan integrasi sistem berjalan optimal di seluruh sektor, Sekda didampingi oleh jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) strategis. Tampak hadir mendampingi jalannya acara antara lain Kepala BAPPEDA, Kepala DIKBUD, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Kominfo, Kepala BKPSDM, serta Kepala DKP Kabupaten Lebong.
Dalam arahannya, Dr. H. Syarifudin menekankan bahwa implementasi aplikasi SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi) bukan sekadar formalitas peralihan dari kertas ke digital. Sistem ini merupakan instrumen wajib untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel.
“Kita sudah memasuki era digital sepenuhnya di tahun 2026 ini. Oleh karena itu, penerapan aplikasi SRIKANDI tidak boleh lagi ditunda-tunda atau sekadar menjadi pajangan program. Ini adalah kunci utama kita dalam memotong jalur birokrasi yang berbelit-belit, mempercepat pelayanan, dan memastikan seluruh dokumen kedinasan terintegrasi secara aman,” ujar Dr. H. Syarifudin dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Sekda menjelaskan bahwa pengawasan terhadap arsip dinamis menjadi fondasi penting agar rekam jejak kinerja pemerintah daerah terdokumentasi dengan standar yang benar. Menurutnya, tata kelola kearsipan yang buruk akan langsung berdampak pada lambatnya pengambilan keputusan.
“Arsip dinamis adalah memori organisasi kita. Jika pengarsipannya berantakan, maka pelayanan kepada masyarakat pun akan ikut terhambat. Melalui monitoring ini, saya minta komitmen penuh dari seluruh kepala OPD yang hadir hari ini untuk mengawal implementasinya di instansi masing-masing tanpa terkecuali,” tegasnya.
Kegiatan ini diikuti secara intensif oleh para Admin SRIKANDI dari seluruh instansi. Peserta mencakup perwakilan admin dari tingkat OPD, Badan, Kecamatan, hingga Kelurahan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebong. Kepada para peserta, Sekda berpesan agar memanfaatkan pelatihan ini dengan maksimal karena mereka adalah ujung tombak dari transformasi ini.
“Para admin di tingkat OPD hingga Kelurahan adalah motor penggerak transformasi digital kita. Saya harapkan setelah pelatihan ini selesai, tidak ada lagi keluhan terkait gagap teknologi atau kendala operasional dalam surat-menyurat digital. Segera implementasikan ilmu yang didapat agar efisiensi kerja di Pemkab Lebong meningkat tajam,” pungkasnya. (RMF-NikBong)















