Pewarta : Rudhy Muhammad Fadhel.
Lebong, PortalBermano.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebong menggelar Rapat Evaluasi Kegiatan Kefarmasian Tahun 2026 yang berpusat di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Lebong. Agenda strategis ini ditujukan untuk mendongkrak mutu pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus memastikan rantai pengelolaan obat berjalan efisien dan rasional.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan, jajaran panitia, serta seluruh petugas farmasi Puskesmas se-Kabupaten Lebong. Rangkaian rapat dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebong, Rachman, S.K.M., M.K.M., M.Si.
Dalam arahannya, Rachman menekankan bahwa pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi maupun Puskesmas merupakan satu kesatuan utuh yang tidak terpisahkan dari pilar pelayanan kesehatan makro. Evaluasi berkala dinilai menjadi langkah wajib untuk memproteksi masyarakat dari risiko penggunaan obat yang tidak rasional.
“Evaluasi ini menjadi instrumen krusial dalam memetakan kebutuhan obat dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) secara akurat untuk periode ke depan. Kita harus memastikan tidak ada lagi penumpukan berlebih atau bahkan kekosongan stok obat di unit pelayanan,” tegas Rachman saat memberikan sambutan.
Lebih lanjut, Rachman merinci beberapa urgensi utama dari agenda evaluasi tahun ini. Di antaranya adalah peningkatan kompetensi dan keaktifan petugas dalam manajemen pelaporan obat, penyelesaian hambatan manajerial dan klinik, hingga jaminan keselamatan pasien (patient safety) melalui kepatuhan ketat terhadap standar dosis dan pengawasan tanggal kedaluwarsa.
Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi nyata dan kerja keras seluruh tenaga kefarmasian serta staf Puskesmas yang telah berhasil mengamankan berbagai capaian positif lewat kolaborasi tim yang solid. Namun, ia mengingatkan agar seluruh jajaran tidak terlena dan tetap objektif melihat celah kekurangan yang ada.
Fokus bahasan dalam rapat ini mencakup seluruh lini pengelolaan sediaan farmasi, yang menguliti proses perencanaan, permintaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, hingga sistem pelaporan.
“Mari kita manfaatkan forum ini untuk berdiskusi secara terbuka dan konstruktif. Saya berharap pertemuan di Aula Dinkes ini melahirkan rencana tindak lanjut yang konkret, inovatif, dan terukur demi efisiensi jangka panjang,” pungkas Rachman sebelum meresmikan pembukaan acara secara simbolis. (RMF-NikBong)















