Pewarta : Rudhy Muhammad Fadhel
Lebong. PortalBermano.com – Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Percepatan Program-Program Pendidikan Tahun 2026 antar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) se-Provinsi Bengkulu resmi digelar pada 1–2 September 2026 di Hotel Grage Bengkulu Dan Rakornas Di Grand Sahid Hotel . (3-5 September 2026) Namun, acara strategis ini berlangsung tanpa dihadiri oleh Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Lebong. Meski agenda tersebut menjadi momentum krusial dalam pembangunan bidang pendidikan demi mewujudkan Kabupaten Lebong yang Maju, Berkeadilan, Berdaya Saing, dan Berwawasan Lingkungan, Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Lebong diketahui absen dalam pertemuan penting tersebut.

Acara strategis yang tidak bisa diwakilkan ini diinisiasi oleh Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Bengkulu ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Dikbud Provinsi Bengkulu, Zulhendri. Pertemuan ini dihadiri oleh 38 peserta yang terdiri dari jajaran Kepala Dinas serta Kepala Bidang dari Dinas Dikbud Provinsi Bengkulu, bersama perwakilan dari 10 kabupaten/kota.

Dikonfirmasi melalui sambungan pesan WhatsApp pada Minggu (6/9/2026), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu sangat menyayangkan ketidakhadiran Kadis Dikbud Lebong pada dua agenda penting yang menyangkut pembangunan di bidang pendidikan tersebut.
“Sangat disayangkan ketidakhadiran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebong pada dua agenda tersebut. Kita sama-sama ketahui Bupati Lebong dengan semangat mewujudkan Kabupaten Lebong yang Maju, Berkeadilan, Berdaya Saing, dan Memiliki Wawasan Lingkungan. Artinya, sektor pendidikan sangat ditekankan agar masyarakat Lebong memiliki daya saing, yang mana hal ini sangat erat sekali dengan pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan,Sempat ada pertanyaaan dari pihak kementerian atas ketidak hadiran tersebut ” ujar Zulhendri.
Disebutkan oleh Zulhendri, Rakorda se-Provinsi Bengkulu ini sinkron dengan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) sejalan dengan komitmen makro dalam Rakor Nasional Revitalisasi dan Digitalisasi Pembelajaran.
Forum berskala nasional tersebut baru saja mencapai puncaknya melalui penandatanganan Nota Kesepakatan serta penyelesaian Berita Acara Serah Terima (BAST) secara serentak yang melibatkan 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di Indonesia pada 3–5 September 2026 di Grand Sahid Jakarta.
Fokus Pembahasan dan Hasil RakordaPertemuan intensif selama dua hari di Bengkulu tersebut memfokuskan pembicaraan pada beberapa poin utama demi mendorong mutu pendidikan di wilayah Bengkulu, di antaranya Penyelarasan Program, Menyatukan langkah dan menyinkronkan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah guna mengawal program-program prioritas pendidikan agar berjalan efektif dan akuntabel.
Kebijakan Revitalisasi, Penguatan materi mendalam terkait Kebijakan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dipaparkan langsung oleh Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Bengkulu.
Materi ini penting sebagai langkah mitigasi risiko dan pencegahan penyimpangan anggaran.Rencana Tindak Lanjut (RTL), Penyusunan aksi nyata yang konkret untuk segera diimplementasikan di daerah.
Rencana tersebut meliputi perwujudan Sekolah Nasional Terintegrasi, penciptaan budaya sekolah yang aman dan nyaman, serta percepatan revitalisasi fisik sarana dan prasarana sekolah. Sinkronisasi dengan Agenda Nasional Pelaksanaan Rakorda di tingkat daerah ini sejalan dengan komitmen makro dalam Rakor Nasional Revitalisasi dan Digitalisasi Pembelajaran yang melibatkan seluruh wilayah di Indonesia.
Melalui penyusunan RTL dari Rakornas di Hotel Grage ini, BPMP Bengkulu bersama pemerintah daerah berkomitmen memastikan bahwa program revitalisasi satuan fisik dan digitalisasi pembelajaran tidak sekadar menjadi seremonial belaka.
“Seluruh program dirancang agar bermuara pada terciptanya ekosistem belajar yang jauh lebih berkualitas bagi peserta didik di seluruh Provinsi Bengkulu,” demikian pungkas Zulhendri. (RMF-NikBong)




















