BPBD Lebong Sambangi BNPB dan Kemendagri Terkait Kencana dan Dokumen KRB

Headline, Lebong2664 Dilihat

Pewarta : Rudhy Muhammad Fadhel.

Jakarta. PortalBermano.com – Untuk mensinergikan kegiatan dan program penanggulangan bencana berbasis komunitas di daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebong, mendatangi Kemendagri dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  RI di Jakarta, Rabu (4/10) yang dimulai pukul 09.00 WIB.

Selain audiensi di Kemendagri terkait pencanangan Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) sekaligus melaksanakan Asistensi Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) di BNPB.

Kedatangan mereka diterima langsung Kasubdit Standarisasi Tata Operasional dan Sumber Daya Manajemen Penanggulangan Bencana Kemendagri, Pramudya Ananta Boga, S.Sos. M.Si dan Tim Kencana serta Tim Asistensi BNPB.

Untuk perwakilan BPBD Lebong sendiri dihadiri Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Lebong, Tantomi melalui Sekretaris BPBD Chairul Insani, M.Ikom dan Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Faidil, SP didampingi Analis Kebencanaan bidang Pencegahan, Masayu Uminil Hana, SH.

Kepada wartawan, Fadil mengaku, kedatangan pihaknya guna asistensi dokumen KRB di BNPB dengan harapan dokumen tersebut dalam penyusunan sudah sesuai dengan standar nasional dan akan dilegalkan dengan Peraturan Bupati Lebong dimana dokumen tersebut akan menjadi penunjang SPM Urusan Bencana . Sebagaimana tindak lanjut Surat Edaran Kemendagri dengan nomor:300.1.7/4106/BAK perihal Fasilitasi Percepatan Pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Urusan Bencana di wilayah Kecamatan tertanggal 1 Agustus 2023.

Selain itu, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Fadil didampingi Kasubbid Pencegahan, Masayu Uminil Hana mengatakan, audiensi ini juga bertujuan untuk membangun kerja sama dalam penyusunan strategi untuk penguatan kelembagaan penanggulangan bencana daerah bersama BNPB dan stakeholders terkait, baik dari aspek kapasitas SDM, Anggaran, Sarpras, dan tata kelola BPBD di daerah.

“Dengan adanya sinergi kegiatan dan program penanggulangan bencana berbasis komunitas yang serupa di daerah akan menjadi tolak ukur bagaimana kita mencapai resiliensi berkelanjutan,” ujar Fadil.

Lanjut dia menjelaskan, Kemendagri telah merancang satu program kesiapsiagaan di level kecamatan, yang diberi nama Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana).

“Dengan adanya program ini, maka akan menjadi wadah yang sangat penting, khususnya dalam penguatan kapasitas pemerintah di level desa dan kelurahan, dimana peran kecamatan nantinya bisa menjadi connector atau koordinator penanganan bencana yang lebih cepat dalam bentuk cluster,” bebernya.

Sebagai pelopor Program Kencana, Kecamatan yang dalam hal ini merupakan ujung tombak pemerintah dalam penanganan bencana di tingkat kecamatan. Dalam Program Kencana, Camat akan bertanggungjawab langsung kepada bupati/walikota melalui sekretaris daerah.

Kencana dicanangkan ke depannya untuk menjadi sebuah gerakan dengan sasaran kecamatan rawan bencana. Tujuan program ini adalah mempercepat capaian pemenuhan SPM sub-urusan bencana kabupaten/kota dan mempercepat waktu respon pemerintah daerah dalam memberikan layanan minimal terkait penanggulangan bencana kepada masyarakat di daerah rawan bencana.

Adapun peran strategis camat dalam Kencana adalah melakukan komunikasi, menyediakan informasi dan memberikan edukasi bagi warga, perencanaan penanggulangan bencana, pelatihan dan mitigasi bencana, gladi kesiapsiagaan, pengendalian operasi dan penyediaan sarana prasarana kesiapsiagaan bencana, respon cepat darurat, mengaktivasi struktur komando penanganan darurat bencana dan pertolongan, penyelamatan hingga evakuasi korban bencana.

“Nanti kita akan koordinasikan lagi dengan bagian pemerintahan, BAPPEDA, BKD dan PMD terkait program Kencana,” tuturnya.

Disisi lain, pihaknya telah membentuk 4 Desa Tangguh Bencana (Destana). Masing-masing, Destana Lemeu, Kecamatan Uram Jaya pada tahun 2020, Destana Kutai Donok Kecamatan Lebong Selatan pada tahun 2021.

Kemudian, Destana Suka Sari Kecamatan Lebong Selatan pada tahun 2022, dan Destana Nangai Amen Kecamatan Lebong Utara, pada tahun 2023 ini.

“Kalau untuk tingkat desa sudah ada empat destana,” pungkasnya. (Alexander)

Follow Portal Bermano di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *