Pewarta : Rudhy Muhammad Fadhel
Lebong, PortalBermano.com – Pembangunan badan jalan baru sepanjang kurang lebih 900 meter di Desa Talang Ratu, Kecamatan Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong, terus dikebut. Kehadiran akses alternatif ini menjadi secercah harapan baru bagi masyarakat setempat untuk mengatasi kendala transportasi akibat jalur lama yang rawan longsor. Proyek strategis ini direalisasikan melalui program Karya Bakti TNI Korem 041/Gamas. Kolaborasi anggaran juga dilakukan secara sinergis, di mana pembangunan fisik badan jalan bersumber dari APBD Provinsi Bengkulu, sedangkan untuk pembebasan lahan didanai melalui APBD Kabupaten Lebong.

Bupati Lebong, H. Azhari, S.H., M.H., menegaskan bahwa proyek ini merupakan bukti nyata komitmen pemerintah daerah untuk hadir di tengah kesulitan warga. “Keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat Lebong adalah prioritas utama kami. Melalui sinergi yang kuat dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu di bawah kepemimpinan Gubernur Helmi Hasan serta jajaran TNI, kita berhasil membuka jalur alternatif ini. Kami pastikan pembebasan lahan berjalan lancar agar pembangunan fisik tidak terhambat, sehingga warga tidak perlu lagi dihantui ketakutan akan longsor yang selama ini memutus urat nadi perekonomian mereka,” ujar Bupati Azhari saat dibincangi awak media PortalBermano.com beberapa waktu lalu.

Upaya nyata ini mendapat apresiasi mendalam dari warga setempat. Wandii, warga Desa Talang Ratu, menyampaikan rasa terima kasihnya secara khusus kepada Gubernur Bengkulu, H. Helmi Hasan, S.E., dan Bupati Lebong, H. Azhari, S.H., M.H.
“Sebagai warga Desa Talang Ratu, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Bengkulu, H. Helmi Hasan, dan Bapak Bupati Lebong, H. Azhari, atas dukungan terhadap pembukaan jalan baru ini. Kami berharap jalan tersebut dapat mempermudah akses masyarakat dan mendukung aktivitas sehari-hari,” ungkap Wandi saat diwawancarai, Selasa (20/10).
Menurut Wandi, pembukaan jalan baru tersebut merupakan langkah krusial yang sudah lama dinantikan. Selama ini, jalur utama yang digunakan warga kerap dilanda longsor, terutama saat cuaca buruk, sehingga melumpuhkan mobilitas dan membahayakan keselamatan pengguna jalan. Ia pun berharap agar pengerjaan jalan alternatif sepanjang hampir satu kilometer ini dapat segera rampung agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat luas.
Dengan tuntasnya proyek Karya Bakti TNI ini kelak, konektivitas antarwilayah di Kabupaten Lebong diharapkan semakin solid, mobilitas ekonomi warga lebih lancar, serta risiko fatalitas akibat gangguan longsor di jalur lama dapat diminimalisir, tutup Wandi. (RMF-NikBong)



















