Kasus meningkat, Pemkab Lebong Minta Masyarakat ketat mengawasi Anggota Keluarga Yang memiliki Riwayat ODGJ

Pewarta : Rudhy Muhammad Fadhel.

Lebong. PortalBermano.com – Pemerintah kabupaten Lebong melalui dinas kesehatan meminta kepada seluruh masyarakat untuk ketat mengawasi dan merawat keluarga yang memiliki riwayat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Rabu (22/10).

Hal ini disampaikan oleh Kepala dinas kesehatan kabupaten Lebong Rachman SKM.,MKM.,M.Si melalui Kepala Bidang P2P dan Keswa  dinas kesehatan kabupaten Lebong  Evan Martha SKM., kepada awak media PortalBermano.com sa’at diwawancara diruang kerjanya.

Mengantisifasi dan mewaspadai berbagai peristiwa yang terjadi dibeberapa tempat didaerah kabupaten tetangga dalam provinsi Bengkulu maupun luar provinsi Bengkulu yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dengan pelaku adalah orang yang memiliki riwayat gangguan jiwa atau lebih sering disebut ODGJ, kami meminta kepada seluruh masyarakat terutama kepada keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan  riwayat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ agar lebih ketat mengawasi dan meningkatkan perhatian terutama dalam hal pengobatan (Terapi).

“Kasus Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) terjadi peningkatan, untuk itu kami minta kepada seluruh masyarakat kabupaten Lebong terutama yang memiliki anggota keluarga dengan Riwayat  Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) untuk lebih ketat dalam pengawasan dan perhatian lebih terutama terkait pengobatan (Terapi),” Ucap Evan Martha .

Ditambahkan oleh Evan Martha, Keluarga yang memiliki Anggota keluarga yang memiliki riwayat Orang Dengan Gangguan Jiwa untuk ketat dan rutin memberikan obat kepada yang bersangkutan (ODGJ) dan apabila terjadi kekurangan obat untuk segera meminta kembali ke pusat layanan kesehatan terdekat   agar pengobatan tidak terputus.

“Apabila stok persediaan obat untuk keluarga yang mengalami Gangguan jiwa sudah mendekati habis kami minta keluarga yang bersangkutan  untuk segera meminta kembali obat ke pasilitas layanan kesehatan terdekat, bahkan bisa langsung mendatangi dinas kesehatan kabupaten Lebong.” Jelas Evan Martha.

Berikut Selengkapnya Vidio wawancara awak Media PortalBermano.com bersama Kabid P2p-keswa Dinkes Lebong Rvan Martha SKM :

 

 

Pada kesempatan yang sama Evan juga meminta kepada seluruh masyarakat kabupaten Lebong untuk mewaspadai  dampak dari tingginya curah hujan pada akhir akhir ini, yang bisa saja mengakibatkan terjadinya genangan air di lingkungan pemukiman masyarakat, seperti bak bak terbuka dan kaleng kaleng bekas atau sampah-sampah yang bias menampung dan membuat air tergenang yang dijadikan berkembang biaknya  nyamuk Aedes aegypti dan juga Aedes albopictus, yang menularkan virus dengue melalui gigitannya, atau biasa di sebut dengan demam berdarah.

Evan mintak seluruh masyarakat rutin menjalankan Program “3M” untuk antisipasi demam berdarah dengan Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang bekas yang dapat menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk. Program ini adalah bagian dari Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) untuk mencegah penyakit DBD.

  1. Menguras, Kuras bak mandi, ember, tempat penampungan air lainnya secara rutin (minimal seminggu sekali). Sikat tempat-tempat penampungan air agar jentik nyamuk tidak menempel.
  2. Menutup,Tutup rapat tempat penampungan air seperti gentong, tandon, dan drum air.Gunakan kawat kasa pada jendela dan ventilasi untuk mencegah nyamuk masuk.
  3. Mendaur Ulang,Manfaatkan kembali barang-barang bekas yang bisa menjadi sarang nyamuk, seperti botol, ban bekas, atau kaleng.Buang atau daur ulang barang-barang tersebut agar tidak menampung air hujan. Demikian Kepala Bidang P2p dan Keswa Dinas Kesehatan kabupaten Lebong Evan Martha SKM (RMF-NikBong)

Follow Portal Bermano di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan