Dia menyebutkan, wilayah itu sudah menjadi langganan. Terutama ketika hujan turun. Hanya saja, material yang turun kali ini hanya di Desa Tik Kuto yang cukup parah. Ketinggian yang terjadi itu mencapai 2 meter dengan panjang 20 meter.
“Di Desa Tik Kuto dalam tahap pembersihan jalan akibat pohon bambu yang roboh. Karena proses evakuasi berjalan cukup lama, kurang lebih selama satu jam, tapi saat ini pengendara baik roda dua dan roda empat sudah bisa melewati jalur tersebut,” ucapnya.

Atas peristiwa tersebut ia mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat melintas di jalan tersebut. Terlebih lagi saat hujan turun.
“Meski sudah bisa di lalui namun kira tetap mengimbau para pengendara selalu berhati hati dikarenakan saat ini jalan itu masih licin dikarenakan masih tersisanya beberapa material longsor,” imbuhnya.
Pantauan di lapangan, hingga pukul 18.15 WIB hujan deras disertai angin kencang masih melanda di wilayah Kabupaten Lebong. Tampak seluruh petugas masih berjaga-jaga guna mengantisipasi terjadinya bencana alam.(Alexander)



















