Puasa Meningkatkan Kontrol Diri
Salah satu aspek terpenting dari puasa adalah kontrol diri. Kontrol diri adalah kemampuan individu untuk memandu, mengarahkan dan mengatur perilakunya dalam menghadapi stimulus sehingga menghasilkan akibat yang diinginkan dan menghindari hal yang tidak diinginkan. Seorang ahli psikologi agama mengungkapkan bahwa orientasi religius intrinsik dapat memiliki konsekuensi positif, termasuk terhadap variabel kepribadian seperti kontrol diri, kecemasan, keyakinan irrasional, depresi, dan sifat yang lain. Apakah berpuasa adalah ungkapan orientasi religius intrinsik? Dapatkah puasa meningkatkan kontrol diri?
Puasa sendiri adalah perwujudan dari keyakinan seseorang terhadap Allah. Orang yang berpuasa wajib seperti ramadhan menunjukkan maksud hatinya untuk selaras dengan keyakinan dan ajaran agama. Allah berfirman: ”Ia tidak makan dan minum dan meninggalkan nafsunya karena Aku. Puasa adalah untuk-Ku dan Akulah yang akan membalasnya dan setiap kebaikan akan dibalas sepuluh kali lipatnya.” (HR Bukhari).














1 komentar