Tak hanya itu, ia juga menyayangkan minuman keras (miras) juga masih bebas diperjual belikan di bulan suci ramadhan di daerah itu.
“Maka saya mengimbau agar umat islam khususnya dan masyarakat Lebong pada umumnya pada ramadan yang akan datang menjaga suasana ramadan yang tenang dan tentram dan damai dengan penuh keimanan dan mengharapkan ridho Alloh untuk menuju dan menjadi orang yang bertaqwa,” bebernya.
Menurutnya, para penyedia tempat hiburan malam itu juga harus ditegur dan diberi sanksi tegas. Termasuk yang menjual miras pada malam takbiran itu. Sebab, itu salah satu bentuk pencegahan. Sebelum perbuatan menyimpang itu dilakukan.
Lebih jauh, ia juga mengaku, prihatin beredarnya video Asusila Homoseksual (Mbutut) dengan durasi 1 menit 9 detik yang beredar di tengah masyarakat tersebut. Diharapkannya peristiwa ini menjadi atensi seluruh pihak kedepannya.
“Selaku Ketua MUI Lebong tentu sangat prihatin dengan kejadian ini dan saya berharap tidak terulang kembali dikemudian hari terutama di bumi Swarang Patang Ttumang. Lebih mencengangkan lagi di malam perayaan hari raya Idul Fitri yang seharusnya disambut dengan takbir, tahlil, tahmid, dan ibadah yang lain,” demikian Mukhlas.















