Tak hanya itu, dia juga melihat terjadinya sedimentasi pada lantai akibat banyak sampah kulit pinang serta kerusakan pada Stangdrat dan pintu air.
“BK 6 air cukup besar namun stang drat pintu air rusak sehingga air mengalir bebas ke areal persawahan warga sekitar tanpa bisa dikendalikan. Begitu juga dengan BK 9 stang drat rusak dan lantai bak rusak sehingga air merembes ke bawah bangunan masjid,” terang Royen.
Dia berharap pihak terkait untuk terlibat mengatasi permasalahan tersebut. Sehingga, saluran air tersebut diharapkan memberikan manfaat dalam mengairi area persawahan dan peningkatan hasil pertanian di Lebong.
“Dengan demikian bendungan yang dibangun ini dapat memberikan manfaat yang nyata dimana air akan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” tuturnya.
Sementara itu, Kadis PUPR-P Kabupaten Lebong, Joni Prawinata melalui Kabid SDA Arman Yunizar menambahkan, dasar permasalahan adalah banyaknya kerusakan pada stang drat dan pintu air.
Termasuk sedimentasi dan kerusakan pada lantai serta dinding irigasi akibat sampah terutama kulit pinang dan lain lain, serta kurangnya kesadaran masyarakat dalam tata kelola penggunaan air.
“Solusinya antara lain pemkab bersama dengan seluruh stakeholder TNI/Polri melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait dasar permasalahan diatas melalui pemerintah kecamatan desa Babinsa dan Babinkamtibmas agar masyarakat tidak semena-mena membuka dan menutup pintu air serta membuang sampah di saluran Irigasi,” demikian Arman.
Hal senada juga disampaikan oleh Seluruh PPA dan Juru air BK1-20 serta Pengamat air (Alexander)









1 komentar