Pemberian Informasi Langsung (PIL) BPJS Kesehatan Lebong Sasar Desa Terpencil Sungai Lisai

Pewarta : Rudhy Muhammad Fadhel.

Lebong. PortalBermano.comBPJS Kesehatan Curup berkomitmen untuk memastikan seluruh warga yang berada di wilayah kerjanya mendapatkan informasi yang jelas dan akurat tentang Program JKN termasuk informasi tentang hak dan kewajiban sebagai peserta JKN tak terkecuali di daerah sulit akses.

BPJS Kesehatan Cabang Curup melakukan Pemberian Informasi Langsung (PIL) kepada warga Desa Sungai Lisai Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, Rabu 26 Juni 2024. Desa Sungai Lisai sebelum tahun 2009 berada di bawah administrasi Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Lalu mengajukan perpindahan ke Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu. Keterbatasan infrastrukur jalan menyebabkan akses menuju desa tersebut sulit.

Hermanadi selaku Sekretaris Desa Sungai Lisai mengatakan bahwa jalan masuk ke Desa Sungai Lisai dapat ditempuh dari jalur darat dan sungai. Perjalanan dari jalur sungai dapat ditempuh dalam waktu +1,5 jam dengan menggunakan perahu karet. Sedangkan dari jalur darat dapat ditempuh dengan motor trail selama +1,5 jam dan berjalan kaki dengan waktu tempuh +3,5-4 jam.

Penduduk Desa Sungai Lisai terdiri dari 97 Kepala Keluarga. Mayoritas penduduk Sungai Lisai adalah warga dengan ekonomi dan pendidikan rendah.

“Warga kita disini mayoritas hanya mengandalkan hasil pribumi perkebunan dan persawahan untuk mata pencaharian sehari-hari, seperti petani kopi,” ungkap Hermanadi ditemui setelah kegiatan Sosialisasi JKN dan Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) Sungai Lisa oleh Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten Lebong.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Curup, Eka Natalina Setiani mengatakan bahwa sosialisasi secara langsung perlu dilakukan agar warga bisa berinteraksi dengan BPJS Kesehatan untuk tanya jawab langsung. Kunjungan BPJS Kesehatan Cabang Curup ke Desa Lisai tersebut merupakan yang kedua kalinya setelah kunjungan pertama tahun 2021 lalu.

“Desa Sungai Lisai telah mencapai UHC dengan presentase 117,05% atau sebanyak 357 penduduk terdaftar sebagai Peserta JKN. Adapun Peserta JKN di Desa Sungai Lisai mayoritas adalah Peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai pemerintah,” tutur Eka ditemui di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Curup.

Eka juga mengatakan bahwa penduduk Desa Sungai Lisai jarang memanfaatkan kepesertaan JKN untuk berobat karena jarak tempuh dan waktu yang lama untuk mencapai fasilitas kesehatan terdekat yaitu Puskesmas Ketenong. Selain itu ketakutan akan administrasi, biaya dan prosedur pelayanan kesehatan menjadi momok tersendiri bagi warga Desa Sungai Lisai.

“Informasi dari perangkat desa dan tenaga kesehatan Puskesmas, kebanyakan warga tidak mengakses pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, kami datang untuk memberikan edukasi langsung agar warga tidak ragu lagi untuk mengakses pelayanan kesehatan,” imbuh Eka.

https://portalbermano.com/di-jakarta-convention-center-jcc-kopli-ansori-terima-lhp-lkpp-dari-bpk-ri/

Salah seorang peserta sosialisasi, Susi Santi mengatakan bahwa sosialisasi JKN sangat dibutuhkan warga Desa Sungai Lisai. Susi menambahkan bahwa hal tersebut karena keterbatasan akses informasi yang didapatkan.

“Warga disini hanya tau berobat saja tanpa tau hak dan kewajibannya. Contohnya saja saya sendiri yang pernah bayar obat-obatan ketika saya operasi usus buntu di Kota Bengkulu sekitar tiga tahun yang lalu, padahal ternyata sudah ditanggung BPJS Kesehatan semua,” ungkap Susi yang juga berprofesi sebagai Kader Posyandu Desa Sungai Lisai tersebut.

Susi mengatakan bahwa warga Desa Sungai Lisai yang membutuhkan obat-obatan akan dilayani oleh Bidan Desa dan dibantu Kader Posyandu tanpa harus keluar desa. Sedangkan jika ada pasien gawat darurat, pasien tersebut akan digotong keluar desa menuju Puskesmas Ketenong dengan menggunakan tandu yang hanya terbuat dari sarung yang diikat pada kayu atau bambu.

“Untuk pelayanan yang didapat Peserta JKN, karena sulit untuk keluar kampung, biasanya bidan desa yang mengambil obat dari Puskesmas Ketenong untuk dibagikan kepada warga yang membutuhkan. Kami bantu juga untuk diantar langsung ke rumah-rumah warga,” ungkap Susi.

Susipun bersyukur bahwa saat ini warga sudah bisa mengakses pelayanan kesehatan tanpa takut biaya dan prosedur yang sulit. Susi mengatakan bahwa hal tersebut berkat kehadiran BPJS Kesehatan.

“Alhamdulillah saat ini warga disini sudah banyak yang mengakses pelayanan kesehatan dibandingkan sebelum ada BPJS Kesehatan dulu. BPJS Kesehatan sangat membantu kami untuk meningkatkan kesehatan penduduk Desa Lisai,” tutup Susi. (DAY)

Follow Portal Bermano di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *