Pewarta : Rudhy Muhammad Fadhel
Lebong, PortalBermano.com – Pemerintah Kabupaten Lebong terus bergerak cepat dalam memperkuat sistem penanggulangan dan mitigasi bencana daerah. Langkah konkret ini diwujudkan melalui kehadiran Pemkab Lebong dalam audiensi strategis bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Gedung Graha BNPB, Jakarta, pada Jumat (6/11).

Dalam pertemuan penting tersebut, Bupati Lebong diwakili oleh Kepala Pelaksana (Kalaks) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebong, Syaprul, S.E. Jalannya audiensi dipimpin langsung oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, serta diikuti oleh jajaran bupati, walikota, dan kepala instansi terkait se-Provinsi Bengkulu.
Agenda utama pertemuan ini berfokus pada koordinasi percepatan penanggulangan bencana, sinkronisasi program pusat dan daerah, serta penguatan infrastruktur mitigasi. Pembahasan ini menjadi sangat krusial bagi Kabupaten Lebong yang secara geografis memiliki sejumlah titik rawan bencana, khususnya banjir dan tanah longsor.

Kalaks BPBD Lebong, Syaprul, S.E., menyampaikan bahwa kehadiran Pemkab Lebong dalam audiensi ini merupakan bentuk komitmen nyata daerah untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat. Ia berharap usulan perkuatan kapasitas daerah dalam menghadapi potensi bencana dapat segera diakomodasi oleh BNPB.
“Kabupaten Lebong memiliki topografi yang rentan terhadap ancaman hidrometeorologi seperti banjir dan longsor. Oleh karena itu, sinergi dengan BNPB pusat sangat vital guna mempercepat pembangunan infrastruktur fisik mitigasi, seperti pelapis tebing dan normalisasi aliran sungai,” ujar Syaprul di sela-sela kegiatan.
Syaprul juga menambahkan bahwa penguatan tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, melainkan juga pada kesiapsiagaan logistik dan kapasitas personel di lapangan.
“Kami berharap usulan-usulan strategis yang kami bawa dari Lebong dapat segera terealisasi. Ini semua demi memastikan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat Lebong saat menghadapi musim penghujan atau potensi bencana lainnya,” imbuhnya.
Pertemuan yang berjalan khidmat tersebut menghasilkan sejumlah poin kesepakatan strategis. Poin-poin kerja sama ini akan segera ditindaklanjuti oleh masing-masing pemerintah daerah dalam waktu dekat demi membangun ketangguhan bencana yang lebih solid di tingkat regional. (RMF-NikBong)










