Ruas jalan Curup-Lebong Di Sejumlah titik terjadi Longsor, Lalu lintas kendaraan sempat Lumpuh

Pewarta : Rudhy Muhammad Fadhel.

Lebong. PortalBermano.com – Derasnya air bah yang datang dari perbukitan dan hujan lebat yang turun sejak Minggu (31/12) malam di wilayah Kecamatan Lebong Selatan Dan kecamatan Rimbo Pengadang  Kabupaten Lebong, menyebabkan beberapa titik ruas jalan raya Curup-Lebong tertutup material longsor diantaranya kawasan objek wisata Pondok Lucuk dan dua titik lainnya berada di wilayah kecamatan Rimbo pengadang diantaranya wilayah desa tik kuto .

Tak hanya itu, hujan disertai angin kencang itu juga menyebabkan tanah longsor dan menimbun jalur lintas Lebong menuju Curup di wilayah tersebut, Senin (1/1) sekitar pukul 17.05 WIB.

Berikut Vidio di lokasi Longsor :

 

 

 

Kadis Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPR-P) Kabupaten Lebong, Joni Prawinata melalui Sekretaris, Junaidi mengatakan, pihaknya baru menerima jalan provinsi itu terdampak longsor sore ini.

“Iya benar, kita baru mendapatkan laporan sore ini kalau jalan di wilayah kawasan wisata Pondok Lucuk diterjang material longsor,” kata Junaidi dikonfirmasi, Senin (1/1) sore.

Dia menyebutkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebong Tantomi, usai mendapatkan laporan itu.

“Benar kami sudah mendapat laporan terkait banjir dan longsor di Pondok Lucuk. Tim kedaruratan sedang menuju lokasi untuk melakukan penanganan,” ucapnya.

Informasi yang diperoleh, tidak ada ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kepolisian dan anggota TNI sudah berada di lokasi untuk pengaturan lalu lintas.

Tanah longsor dan air bah menutupi badan jalan arus lalu lintas. Sempat terjadinya macet total dan tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Berikut Vidio di lokasi Longsor :

 

 

 

Sementara untuk mengurangi kemacetan arus lalulintas pihaknya dibantu Polri, TNI, dan masyarakat setempat mengatur lalu lintas kendaraan dari dua arah.

“Saat ini personil kepolisian dan TNI sudah berada di lokasi untuk mengevakuasi pengendara saat melintas,” singkatnya.

Terpisah  Informasi Juga diperoleh dari Dandim 0409/RL Letkol Inf Reynaldi Herbowo S.Sos.,MSi melalui Pabung Kodim 0409 R/L Kapten CBA Arif Purwoko menyebutkan bahwa, meskipun tidak terlalu parah namun material longsor berupa tanah bebatuan dan pohon tumpah ke badan jalan yang membuat pengendara roda dua harus ekstra hati-hati lantaran jalan dalam kondisi licin.

Dandim 0409/RL Letkol Inf Reynaldi Herbowo S.Sos.,MSi, menginstruksikan seluruh prajuritnya untuk melaksanakan aksi bersih-bersih di jalan tersebut. Sekaligus membantu mengevakuasi para pengendara yang terjebak saat melintas di kawasan tersebut.

Namun demikian, kemacetan yang sempat terjadi sekitar satu jam itu dapat diatasi dengan sistem buka tutup oleh petugas di lapangan.

“Anggota kita bersama kepolisian sudah turun ke lokasi untuk mengevakuasi para pengendara,” ucapnya.

Dia menyebutkan, jalur lintas itu sudah menjadi langganan. Terutama ketika hujan turun. Hanya saja, material yang turun kali ini kembali terjadi di Desa Tik Kuto. Ketinggian yang terjadi itu mencapai 1 meter lebih dengan panjang 10 meter.

“Di Desa Tik Kuto dalam tahap pembersihan jalan akibat pohon bambu yang roboh,” ucapnya.

Dilain tempat, Kapolres Lebong AKBP Awilzan melalui Kapolsek Lebong Selatan, IPTU Kuat Santoso mengimbau kepada pengguna jalan untuk menunda perjalanan saat melintasi kawasan Pondok Lucuk atau tepatnya di wilayah Kecamatan Lebong Selatan.

“Harap berhati-hati atau tunda dulu perjalanan sampai cuaca dan situasi aman,” saran Kapolsek di dalam Group WhatsApp Lebong Info.

Informasi yang diperoleh, tidak ada ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kepolisian dan anggota TNI sudah berada di lokasi untuk pengaturan lalu lintas dan membantu pengendara yang terjebak di lokasi.

Informasi sementara, peristiwa air bah dan material longsor ini terjadi di dua titik. Masing-masing di wilayah Pondok Lucuk kecamatan Lebong Selatan, dan Desa Tik Kuto Kecamatan Rimbo Pengadang. (Alexander)

Follow Portal Bermano di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar