Pewarta : Rudhy Muhammad Fadhel
Lebong. PortalBermano.com – Untuk meningkatkan kapasitas deteksi dini, pengumpulan, dan analisis data, sehingga tenaga medis dapat merespons cepat terhadap wabah dan penyakit menular di masyarakat puluhan Nakes Lebong Ikuti Pelatihan PD3I dan ATLM di kota Bengkulu (3-9/6/2026).

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh kepala dinas kesehatan kabupaten Lebong Rachman SKM.,MKM.,MSi., kepada awak media PortalBermano.com Selasa (9/6) sore usai mengikuti penutupan pelatihan PD3I dan ATLM Extra Hotel yang berlokasi di Kota Bengkulu.
Disebutkan oleh Rachman SKM.,MKM.,MSi.,bahwa 41 Tenaga kesehatan yang berasal dari sejumlah Puskesmas yang ada di kabupaten Lebong 25 orang diantaranya mengikuti Pelatihan Surveilans penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi (PD3I) dan 16 orang lainnya mengikuti pelatihan penyegaran Mikroskopis Malaria Tenaga Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM).
Selanjutnya Rachman SKM.,MKM.,MSi menjelaskan juga bahwa tujuan utama dari pelatihan bagi Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) dan pelatihan terkait Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) bagi tenaga kesehatan (nakes) adalah untuk meningkatkan kapasitas deteksi dini, pengumpulan, dan analisis data, sehingga tenaga medis dapat merespons cepat terhadap wabah dan penyakit menular di masyarakat.
Lebih lanjut, Pelatihan yang diikuti oleh petugas laboratorium dari puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Lebong ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi peserta dalam pemeriksaan malaria secara mikroskopis, mulai dari penggunaan dan pemeliharaan mikroskop, pembuatan serta pewarnaan sediaan darah, identifikasi parasit malaria, hingga penerapan standar mutu laboratorium pemeriksa malaria. Materi tersebut sejalan dengan kurikulum pelatihan mikroskopis malaria yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

Ditambahkan oleh Rachman SKM.,MKM.,MSi., bahwa diagnosis malaria yang akurat merupakan salah satu kunci keberhasilan pengendalian penyakit malaria. Dan untuk mempertahankan status kabupaten yg sdh eliminasi malaria sejak tahun 2014. Oleh karena itu, tenaga laboratorium perlu memiliki keterampilan dan kompetensi yang terus diperbarui sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan standar pelayanan kesehatan.
“Petugas laboratorium memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan diagnosis malaria dilakukan secara tepat dan cepat. Melalui pelatihan ini diharapkan kualitas pemeriksaan laboratorium semakin meningkat sehingga mendukung upaya eliminasi malaria di Kabupaten Lebong,” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembelajaran teori dan praktik yang meliputi gambaran umum malaria, teknik pemeriksaan mikroskopis, penggunaan Rapid Diagnostic Test (RDT), manajemen laboratorium malaria, pemantapan mutu laboratorium, serta keselamatan dan kesehatan kerja di laboratorium.
Para peserta juga melakukan praktik identifikasi spesies parasit malaria dan penghitungan kepadatan parasit menggunakan sediaan darah malaria sesuai standar pemeriksaan yang berlaku. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan petugas dalam mendeteksi kasus malaria secara dini dan akurat.
Melalui pelatihan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Lebong berharap seluruh ATLM dapat menerapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh di tempat tugas masing-masing sehingga mutu pelayanan laboratorium semakin baik dan mampu mendukung program pengendalian serta eliminasi malaria secara berkelanjutan. Upaya peningkatan kompetensi tenaga laboratorium telah menjadi bagian penting dalam penguatan sistem diagnosis malaria di berbagai daerah endemis di Indonesia.
Sa’at di tanyakan terkait Pelatihan PD3I yang diikuti oleh 16 orang peserta, Rachman SKM.,MKM.,MSi menjelaskan bahwa pelatihan PD3I adalah upaya peningkatan kompetensi Petugas Surveilans Puskesmas se-Kabupaten Lebong

Pelatihan PD3i adalah upaya memperkuat sistem kewaspadaan dini dan respons terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I), UPTD Pelatihan Kesehatan Provinsi Bengkulu menyelenggarakan Pelatihan PD3I bagi petugas surveilans puskesmas se-Kabupaten Lebong.
Pelatihan yang diikuti oleh petugas surveilans dari seluruh puskesmas di Kabupaten Lebong. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia kesehatan dalam pelaksanaan surveilans epidemiologi, investigasi kasus, pelaporan, analisis data, serta penanggulangan kejadian penyakit yang dapat dicegah melalui program imunisasi jelas Rachman SKM.,MKM.,MSi.
Selain peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui berbagai kegiatan pelatihan dan pengembangan kompetensi,Juga penguatan kompetensi petugas surveilans merupakan langkah strategis dalam mendukung pencapaian target eliminasi dan pengendalian penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi.
“Petugas surveilans memiliki peran penting dalam mendeteksi dini kasus, melakukan investigasi epidemiologi, serta memastikan kualitas data yang menjadi dasar pengambilan keputusan program kesehatan,” ujar Rachman SKM.,MKM.,MSi.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi terkait konsep dasar PD3I, tata laksana surveilans kasus, pengelolaan spesimen, pelaporan berbasis sistem informasi kesehatan, analisis epidemiologi, hingga simulasi investigasi kasus dan penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB). Metode pembelajaran dilakukan melalui ceramah, diskusi kelompok, studi kasus, dan praktik lapangan.
Selain memperdalam pemahaman teknis, pelatihan ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman dan tantangan yang dihadapi petugas surveilans di wilayah kerja masing-masing.
Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, seluruh petugas surveilans puskesmas di Kabupaten Lebong mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan surveilans PD3I, mempercepat deteksi dan respons terhadap kasus, serta mendukung tercapainya program imunisasi yang berkualitas demi melindungi masyarakat dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.Demikian Rachman SKM.,MKM.,MSi (ADV) (RMF-NikBong)



















