Pewarta: Rudhy Muhammad Fadhel
Lebong, PortalBermano.com – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis Dikbud) Kabupaten Lebong, Indra Gunawan, S.Pi., M.Si., membuktikan komitmen tinggi dalam mengawal mutu pendidikan di wilayahnya. Meski di hari libur akhir pekan, Sabtu (10/10/2026), ia tetap turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi satuan pendidikan pasca-bencana alam, sekaligus memperketat pengawasan proyek revitalisasi infrastruktur sekolah yang sedang berjalan.

Kunjungan kerja ini menyasar dua titik strategis, yakni SMPN 12 Bentangur di Kecamatan Uram Jaya dan SMPN 5 Lebong di Desa Talang Liak II, Kecamatan Bingin Kuning. Guna memastikan seluruh program berjalan sesuai Standar Nasional Pendidikan, Dikbud Lebong menggandeng tim ahli dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Bengkulu.
Kepada PortalBermano.com Indra Gunawan menegaskan bahwa pemantauan langsung ini memiliki tujuan ganda. Selain memastikan efektivitas dana penataan Tahun Anggaran 2026, langkah ini menjadi pijakan penting untuk menyusun usulan perbaikan fasilitas pendidikan ke depan, terutama bagi sekolah-sekolah yang rentan terdampak banjir.
“Bagi kami di Dinas Dikbud, tidak ada kata libur jika menyangkut masa depan anak-anak. Peninjauan bersama BPMP Provinsi Bengkulu ini krusial untuk memetakan kebutuhan jangka panjang sekolah, sekaligus memastikan anggaran revitalisasi berjalan transparan, akuntabel, dan bebas dari penyimpangan di lapangan,” tegas Indra Gunawan di sela-sela peninjauan.

Usulan konstruksi tangguh bencana, Berdasarkan hasil evaluasi riil kondisi bangunan di lokasi, Dikbud Lebong tengah merumuskan beberapa strategi program strategis untuk masa depan. Fokus utama ke depan meliputi tiga poin penting, Pertama percepatan pemulihan sekolah terdampak banjir, Kedua Mengusulkan alokasi dana penataan khusus guna merestorasi fasilitas belajar agar dapat segera berfungsi normal kembali. Dan yang ketiga standardisasi konstruksi tangguh bencana. Mengusulkan syarat teknis bangunan baru yang ramah anak, memiliki daya tahan jangka panjang, serta adaptif terhadap risiko luapan air di masa depan.
Sementara yang ke empat yaitu keberlanjutan program swakelola, Dengan mengusulkan perluasan cakupan sekolah penerima manfaat ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan mengedepankan kemandirian satuan pendidikan.

Selain itu Indra Gunawan juga menyampiakan bahwa pihak menerapkan Pengawasan Berlapis, Demi menjamin kualitas pengerjaan proyek fisik yang sedang berjalan saat ini, Indra menjelaskan bahwa pihaknya mengandalkan sistem penjaminan mutu terintegrasi dengan fungsi pengawasan berlapis. Mekanisme pemantauan (monitoring) ini melibatkan tiga unsur utama.
Kesatu yaitu pengawasan teknis lapangan, Mengerahkan tenaga ahli dari UPT resmi Kemendikdasmen (BBPMP/BPMP) provinsi untuk mengawasi progres fisik, mutu material, dan tata kelola keuangan sekolah secara ketat. Kedua audit independen APIP Pusat, Dengan melakukan pemantauan berkala dan sistem acak (random audit) oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian demi menutup ruang tindakan nonprosedural. Ketiga koordinasi tim teknis daerah, Dengan melakukan pengawalan intensif dari internal Dinas Dikbud Lebong untuk memonitor pelaksanaan swakelola dari hari ke hari agar tetap sesuai petunjuk teknis (juknis).
Indra Gunawan menegaskan bahwa sinergi ketat antara Dikbud Lebong dan BPMP Provinsi Bengkulu ini akan terus dikawal hingga tuntas. Target utamanya adalah melahirkan hasil pembangunan yang kokoh, berdaya tahan lama, serta selesai tepat waktu.
“Kami ingin memastikan setiap rupiah yang dikucurkan oleh negara mewujud dalam bentuk bangunan sekolah yang aman dan nyaman bagi siswa. Pengawasan ketat ini merupakan jaminan mutu demi memberikan dampak positif yang signifikan bagi dunia pendidikan di Kabupaten Lebong,” pungkas Indra. (RMF-NikBong)












![IMG-20220501-WA0035[2]](https://portalbermano.com/wp-content/uploads/2022/07/IMG-20220501-WA00352-300x178.jpg)






