Pewarta : Rudhy Muhammad Fadhel.
Lebong.PortalBermano.com – Rumah sakit umum daerah (Rsud) kabupaten Lebong bakal kekurangan sejumlah tenaga dokter spesialis. Setelah habis masa kontrak, jika managemen Rsud lalai atau terlambat untuk memperpanjang masa kerja di RSUD Lebong.

Kepala Bidang pelayanan Rsud Lebong Giant Septayudi S.Kep.,MKM., membenarkan dilema ini. Di satu sisi pihaknya, ingin memenuhi kebutuhan akan dokter spesialis, dan berusahaa meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat agar dapat berubah menjadi lebih baik sebagaimana keinginan Bupati dan wakil Bupati Lebong yang disampaikan dalam beberapa kesempatan, Namun faktanya karena sesuatu dan lain hal proses perpanjangan kontrak belum bisa terlaksana sebagaimana mestinya.

Harus kita akui bahwa untuk mendapat tenaga dokter spesialis tidaklah mudah dan kalau boleh jujur bisa dikatakan sangat sulit untuk meminta dokter spesialis bertugas di kabupaten Lebong.
“Saat ini ada empat dokter spesialis sudah mendekati atau hanya menghitung hari masa kontrak mereka akan habis, bahkan dua diantaranya empat dokter spesialis dimaksud yaitu dr spesialis Radiology dan spesialis penyakit dalam secara administrasi sudah habis masa kontraknya.” Ujar Giant.
Berikut Vidio wawancara awak media PortalBermano.com bersama Kabid Pelayanan Rsud Lebong :
Akan tetapi untuk sementara ini pihak managemen dibawah arahan Plt Direktur sudah mengambil kebijakkan mensiasati agar pelayanan tetap dapat berjalan jelas Giant.
Giat sangat memaklumi adanya Rumor terkait adanya unsur keberatan dokter spesialis bertugas di kabupaten Lebong . Kondisi kabupaten Lebong yang hanya ada memiliki satu rumah sakit, membuat mereka hanya terfokus praktek di RSUD lebong saja. Kondisi ini otomatis berpengaruh pada penghasilan mereka.
“Kalau mereka bertugas di luar kabupaten Lebong apalagi yang memiliki rumah sakit lebih dari satu , mereka bisa bertugas di beberapa rumah sakit. Sementara di kabupaten Lebong tidak ada rumah sakit lain selain RSUD. Dengan sendirinya penghasilan mereka hanya dari kontrak dengan RSUD saja. Sementara praktek pribadi yang mereka buka, juga sepi pasien, karena masyarakat lebih memilih berobat ke RSUD yang notabene gratis, ketimbang ke dokter praktek yang jelas bayar,” kata Giant.
Namun walaupun demikian, meskipun RSUD lebong mengalami kekurangan dokter spesialis, akan tetapi managemen RSUD tetap terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Kalau pasien memang harus ditangani dokter jantung misalnya, sementara dokter jantung tidak ada di kabupaten Lebong, kita bisa rujuk ke RSUD Rejang Lebong atau ke kota Bengkulu, dan beberapa rumah sakit lainnya bagi pasien BPJS secara gratis,” tutup Giant . (RMF-NikBong)
















