Penjelasan yang dapat diberikan adalah nafsu yang berpusat di perut dalam keadaan berkurang dayanya. Nafsu sendiri berpusat di perut manusia. Istirahatnya perut manusia saat berpuasa menjadikan nafsu atau dorongan seks mengalami penurunan.
Referensi :
- Ancok, D. & Suroso, F.N. 2011. Psikologi Islami : Solusi Islam atas Problem Psikologi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
- Az-Zabidi, I (ed.). 2002. Ringkasan Shahih Al-Bukhari. Bandung : Mizan.
- Bergin, A.E. 1980. Religiousness and Mental Health Reconsidered. Journal of Consulting Psychology, 34, 2, 95-105.
- Calhoun, J.F. & Acocella, J.R. 1990. Psychology of Adjustment and Human Relationships. Third Edition. New York : McGraw-Hill.
- James, W. 2004. Perjumpaan dengan Tuhan : Ragam Pengalaman Religius Manusia. Bandung : Mizan.
- Nashori, H. F. 2005. Kiat-kiat Menjadi Penulis Muslim Kreatif. Yogyakarta : Quranic Media Pustaka.
- Siregar, D. & Juriana. 2005. Glukosa Darah antara Berpuasa dengan Kerja Fisik dengan Berpuasa Tanpa Kerja Fisik. Dalam H. Fuad Nashori dkk (eds), Prosiding Temu Ilmiah Nasional Psikologi Islami I. Yogyakarta : PP API, Penerbit Insania Cit, dan Fakultas Psikologi UII.
- Dr. H. Fuad Nashori, S.Psi., M.Si., M.Ag. Psikolog (Dosen Prodi Psikologi FPSB UIIManfaat Puasa Dalam Tinjauan Psikologi).



















1 komentar