Petuah Lama Yang Tidak Lekang Oleh Panas dan Tak Lapuk Oleh Hujan “Dyo Padeak Ninikku Mna’o”

Opini11 Dilihat

“Dyo Padeak Ninikku Mna’o”

– Seni Tenang di Tengah Badai

– Perisai Sunyi bagi Jiwa

– Menang Tanpa Menantang

– Ketenangan yang Membungkam Fitnah

– Saat Amarah Membakar, Biar Tenang yang Menyembuhkan

“Jika keadaan kamu harus membunuh, Maka Sembelihlah dengan Mengucapkan “Bismillah” seraya tersenyum bersyukur kepada Allaah.”

Ketika isu miring atau fitnah mulai menerpa diri, reaksi pertama kita sering kali adalah menyalakan api amarah. Namun, menyikapi isu miring dengan ledakan emosi adalah sebuah kerugian besar. Amarah yang tidak terkontrol tidak akan membersihkan nama baik kita, melainkan justru memperkeruh suasana, mengaburkan kebenaran, dan memberikan panggung bagi para penggosip untuk melihat kita jatuh. Emosi yang meledak-ledak hanya akan membuat kita terlihat lemah, defensif, dan membenarkan persepsi negatif orang lain.

Sebaliknya, di sinilah pentingnya memiliki Kecerdasan Emosional (Emotional Quotient/EQ) yang tinggi melalui pengendalian emosi yang kuat. Mengendalikan emosi bukan berarti kita pasrah atau berpura-pura tidak peduli, melainkan memilih untuk merespons secara bijak, bukan bereaksi secara impulsif.

Saat kita mampu menguasai diri, kita mendapatkan beberapa keuntungan positif:

Pertama menjaga Kejernihan Berpikir, Kita bisa membedakan mana fakta dan mana yang sekadar angin lalu, sehingga keputusan yang diambil lebih rasional.

Kedua mempertahankan Wibawa dan Martabat, Sikap tenang dan elegan di tengah badai gosip justru akan membalikkan keadaan dan membuat orang lain segan.

Ketiga menghemat Energi Mental, Kita tidak membuang-buang energi untuk hal-hal yang berada di luar kendali kita.

Pada akhirnya, kendali emosi adalah perisai terbaik dalam menghadapi ujian sosial. Isu miring akan hilang dengan sendirinya ketika dihadapkan pada ketenangan dan pembuktian lewat tindakan nyata yang positif.

“Jika keadaan kamu harus membunuh, Maka Sembelihlah dengan Mengucapkan “Bismillah” seraya tersenyum bersyukur kepada Allaah.”

Mari kembali kita baca dan Mengulang Kaji dan Renungkan,

Ketenangan yang Membungkam Fitnah

Ketika isu miring atau fitnah mulai menerpa diri, reaksi pertama kita sering kali adalah menyalakan api amarah. Namun, menyikapi isu miring dengan ledakan emosi adalah sebuah kerugian besar. Amarah yang tidak terkontrol tidak akan membersihkan nama baik kita, melainkan justru memperkeruh suasana, mengaburkan kebenaran, dan memberikan panggung bagi para penggosip untuk melihat kita jatuh. Emosi yang meledak-ledak hanya akan membuat kita terlihat lemah, defensif, dan membenarkan persepsi negatif orang lain.

Sebaliknya, di sinilah pentingnya memiliki Kecerdasan Emosional (Emotional Quotient/EQ) yang tinggi melalui pengendalian emosi yang kuat. Mengendalikan emosi bukan berarti kita pasrah atau berpura-pura tidak peduli, melainkan memilih untuk merespons secara bijak, bukan bereaksi secara impulsif.

Saat kita mampu menguasai diri, kita mendapatkan beberapa keuntungan positif:

Menjaga Kejernihan Berpikir, Kita bisa membedakan mana fakta dan mana yang sekadar angin lalu, sehingga keputusan yang diambil lebih rasional.

Mempertahankan Wibawa dan Martabat, Sikap tenang dan elegan di tengah badai gosip justru akan membalikkan keadaan dan membuat orang lain segan.

Menghemat Energi Mental, Kita tidak membuang-buang energi untuk hal-hal yang berada di luar kendali kita.

Pada akhirnya, kendali emosi adalah perisai terbaik dalam menghadapi ujian sosial. Isu miring akan hilang dengan sendirinya ketika dihadapkan pada ketenangan dan pembuktian lewat tindakan nyata yang positif.

“Jika keadaan kamu harus membunuh, Maka Sembelihlah dengan Mengucapkan “Bismillah” seraya tersenyum bersyukur kepada Allaah.”

Talang Liak 07 45 WIB (08 Oktober 2026)

RMF-NikBong

Follow Portal Bermano di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *