Rsud Lebong Tangani Puluhan Santri Ponpes Diduga Alami Keracunan Makanan

Pewarta Rudhy Muhammad Fadhel.

Lebong. PortalBermano.com –  Rumah sakit umum daerah (Rsud) kabupaten  Lebong tangani puluhan santri salah satu Pondok pesantren yang berlokasi di wialayah hukum Kepolisian sektor  Taba Atas Polres Lebong Polda bengkulu Sabtu (8/2)

Sebanyak 21 Satriawan dan santriwati salah satu pondok pesantren yang berlokasi di kecamatan Taba Atas kabupaten Lebong diduga mengalami keracunan makanan.

Diceritakan oleh beberapa santri yang sedang menjalani perawatan di ruang PICU Dan NICU Rsud  Lebong , Bahwa pada malam sebelumnya mereka menyantap menu nasi kuning bergulaikan ayam dan mie, dan setelah paginya sebelum melaksanakan kegiatan belajar mereka di sajikan makanan sebagai sarapan berupa mie, namun setelah beberapa jam kemudian, tepatnya sa’at menjelang jam istirahat belajar sejumlah santriawan dan santriwati mengalami muntah muntah dengan keluhan mual mual dan kepala pusing serta diiringi rasa sakit pada bagian perut.

Mendapati para santrinya mengalami hal demikian,pengasuh pondok pesantren membawa para santri terdampak ke puskesmas Taba atas untuk medapatkan pelayanan kesehatan, Namun diduga dengan pertimbangan jumlah pasien yang terdampak lebih dari sepuluh orang yang sangat mendesak untuk diberikan pelayanan kesehatan akan tetapi adannya keterbatasan tenaga dan sarana serta persarana di Puskesmas tersebut akhirnya puluihan pasien (santriawan dan santriwati) dirujuk ke Rsud Lebong.

Plt Direktur Rsud Lebong Rachman SKM M.Si melalui Kepala Bidang Pelayanan Giant Septayudi S.Kep MKM.,  yang dsampaikan oleh Kasi Pelayanan dr Eni Efriyani menyebutkan bahwa pihaknya (Rsud) Lebong sa’at ini sedang menangani suatu kejadian yang sudah dapat dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) yaitu Puluhan Santri dari salah satu Pondok Pesantren mengalami keracunan diduga berasal dari makanan yang mereka konsumsi sebelumnya.

“ Ada 21 orang Satriawan dan santriwati usia anak dari salah satu Pondok Pesantren yang berlokasi di wialayah Taba atas kabupaten Lebong dengan diagnosa intoksikasi makanan ,penanganan yang diberikan oksigen,pemberian cairan dan pemberian obat.Untuk sementara  Kondisi saat ini keluhan pasien sudah mulai berkurang dan kondisi pasien mulai membaik,” Jelas dr Eni Afriyani.

Sementara kepala Dinas Kesehatan kabupaten Lebong  Rachman Skm.M.Si membenarkan peristiwa tersebut.

“Saya sudah memerintahkan jajaran Rumah sakit untuk memberikan pelayanan  semaksimal mungkin dan berikutnya saya juga memintak kepala bidang P2P Dinkes Lebong beserta Tim Penyelidikan Epidemiology (PE)  untuk segera melakukan penelusuran kejadian tersangka keracunan makanan di lokasi Pondok pesantern dimaksud.” Ungkap Rachman.

Ditambahkan oleh Kadinkes kabupaten Lebong Rachman SKM.M.Si,  Dirinya  berharap adanya kerjasama yang baik dari pihak pengelolah Pondok pesantren (Ponpes) untuk dapat memberikan informasi dan keterangan yang selengkap lengkapnya untuk mengantisifasi dan mencegah kemungkinan kejadian yang sama berulang dan atau Menyebar di tempat lain.(RMF-NikBong)

Follow Portal Bermano di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan