Bambang Agus Supra Budi S.Sos.,M.Si., Pimpin Rapat Kordinasi 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting 2025

Pewarta : Rudhy Muhammad Fadhel.

Lebong. PortalBermano.com – Wakil Bupati kabupaten Lebong Bambang Agus Supra Budi S.,Sos.,M.Si yang juga adalah ketua Satgas Stunting tingkat kabupaten Lebong, menghadiri kegiatan Penilaian Kinerja 8 (delapan) Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Tahun 2025 yang berlangsung di Aula Swarang Patang Stumang Bappeda Kabupaten Lebong  Rabu (20/8).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya evaluasi terpadu untuk mengukur capaian serta efektivitas berbagai intervensi yang telah dilaksanakan Pemerintah Kabupaten labupaten Lebong dalam menurunkan angka stunting.

Dikomfirmasi melalui Plh Sekretaris daerah kabupaten Lebong yang juga adalah kepala dinas kesehatan kabupaten Lebong Rachman SKM.,MKM.,M.Si menyebutkan bahwa,  Dalam sambutannya, Bambang Agus Supra Budi antara lain menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai ajang refleksi dan perbaikan berkelanjutan.

“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk melihat sejauh mana efektivitas intervensi yang telah dilakukan, sekaligus sebagai sarana introspeksi dan perbaikan ke depan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bambang Agus Supra Budi menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Lebong berkomitmen dalam percepatan penurunan stunting yang telah dituangkan secara strategis dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah.

“Komitmen kita dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Lebong, diawali dengan menjadikan prevalensi stunting sebagai salah satu indikator utama dalam RPJMD Kabupaten Lebong tahun 2025–2029, yang kemudian dijabarkan dalam dokumen RKPD Kabupaten Lebong ,” tegasnya.

Dipertegas oleh Rachman SKM.,MKM.,M.Si., kepada awak media PortalBermano.com yang menyebutkan bahwa, Konvergensi percepatan penurunan stunting adalah upaya terpadu dan terkoordinasi dari berbagai pihak untuk mencegah dan mengatasi stunting, terutama pada kelompok sasaran prioritas di wilayah desa. Tujuannya adalah memastikan intervensi gizi spesifik dan sensitif dilakukan secara efektif dan efisien melalui integrasi dan sinkronisasi berbagai sumber daya.

Selanjutnya Rachman SKM.,MKM.,M.Si., menyebutkan, Pilar-pilar Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting adalah Komitmen dan Kepemimpinan.

Adanya komitmen kuat dari pemerintah, dukungan politik, dan kebijakan yang mendukung aksi konvergensi, selain sosialisasi dan Perubahan Perilaku,

Melakukan sosialisasi dan komunikasi yang efektif untuk mengubah perilaku masyarakat terkait gizi dan kesehatan.

Tidak hanya itu, Rachman SKM.,MKM.,M.Si juga menjelaskan bahwa Konvergensi Program di Semua Tingkatan, Memastikan adanya sinergi dalam perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan program di seluruh tingkatan hingga ke desa.

Memastikan ketersediaan dan akses terhadap pangan bergizi, serta pemenuhan kebutuhan gizi pada ibu hamil dan anak-anak.

Melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala untuk mengukur efektivitas program dan melakukan perbaikan jika diperlukan.

Lebih jauh Rachman SKM.,MKM.,M.Si., juga secara rinci menyebutkan Strategi Aksi Konvergensi, yang dimulai dari Perencanaan dan Penganggaran, Meningkatkan perencanaan dan penganggaran yang terintegrasi untuk intervensi gizi prioritas. Serta Pengelolaan Layanan, Meningkatkan kualitas pengelolaan layanan kesehatan dan gizi agar sasaran prioritas (keluarga 1.000 HPK) mendapatkan manfaat yang optimal.

https://portalbermano.com/azhari-sh-mh-kembali-tunjuk-rachman-skm-mkm-m-si-plh-sekdakab-lebong/

Rachman SKM.,MKM.,M.Si., juga menyebutkan pentingnya penguatan Koordinasi Lintas Sektor, Memperkuat koordinasi antar sektor dalam semua tingkatan pemerintahan untuk memastikan keselarasan pelaksanaan program. Serta Pembagian Kewenangan dan, Memastikan pembagian kewenangan dan tanggung jawab yang jelas antar tingkatan pemerintah dalam pelaksanaan aksi konvergensi. Antara lain meliputi :

  1. Identifikasi dan Pemetaan, Melakukan identifikasi sebaran stunting, ketersediaan program, dan kendala dalam pelaksanaan.
  2. Penyusunan Rencana, Menyusun rencana kegiatan untuk meningkatkan pelaksanaan integrasi intervensi gizi.
  3. Rembuk Stunting, Menyelenggarakan rembuk stunting di tingkat kabupaten/kota untuk membahas dan mencari solusi.
  4. Peran Peran Kader untuk memastikan ketersediaan dan berfungsi kader yang membantu pemerintah desa dalam pelaksanaan intervensi gizi terintegrasi.
  5. Sistem Data,Meningkatkan sistem pengelolaan data stunting dan cakupan intervensi.
  6. Pengkuran dan Publikasi, Melakukan pengukuran pertumbuhan dan perkembangan anak balita serta publikasi angka stunting.
  7. Review Kinerja, Melakukan review kinerja pelaksanaan program dan kegiatan terkait penurunan stunting.

Dan terakhir Rachman SKM.,MKM.,M.Si menyebutkan Pentingnya Konvergensi, percepatan penurunan stunting menjadi krusial karena masalah stunting tidak dapat diselesaikan hanya dengan satu intervensi atau sektor saja. Penyebab stunting sangat kompleks, melibatkan berbagai faktor seperti gizi, kesehatan, lingkungan, dan sosial ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang komprehensif dan terpadu dari berbagai pihak untuk mencapai hasil yang optimal.

Dengan adanya koordinasi yang baik, sinergi antar sektor, dan keterlibatan aktif dari masyarakat, diharapkan upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan efektif dan memberikan dampak positif bagi generasi penerus bangsa. Demikian Rachman SKM.,MKM.,M.Si. (ADV) (RMF-NikBong)

Follow Portal Bermano di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *