Pewarta : Rudhy Muhammad fadhel.
Lebong. PortalBermano.com – Pemilihan Bupati dan wakil bupati kabupaten Lebong (Pilkada 2024-2029) hanya tersisa 30 hari lagi, dan saat ini, diskursus ( cara mengorganisasikan pengetahuan,pemikiran,atau pengalaman yang berakar dari bahasa dan konteks yang sesuai realita) soal politik dikabupaten Lebong mungkin sedang berada di tahap yang paling panas.

Terkhusus warga kabupaten Lebong yang memiliki kesempatan untuk memantau perkembangan politik di media elektronik dan media sosial, mungkin akan banyak yang setuju bila dikatakan bahwa permainan narasi yang terjadi saat ini mulai berani menunjukkan penyerangan keras ke masing-masing kontestan.
Mungkin, yang kerap menjadi perhatian warganet adalah serangan yang beberapa kali dilontarkan oleh para juru kampanye pasangan calon terhadap paslon lainnya, terutama terkait kinerja pemerintahan maupun kebijakan pentahana sebelum ini. Dan kritik soal kinerja beberapa sektor pemerintah yang diklaim berperforma buruk.
Walaupun posisi benar atau salah, serta positif atau negatif dari topik-topik tersebut sebenarnya masih sangat bisa diperdebatkan. Menariknya, sebagian besar warganet, khususnya di platform media sosial FB terlihat mengikuti narasi yang dilempar masing masing pihak (Paslon).
Bisa dikatakan, mungkin ada semacam efek ikut-ikutan atau ‘bandwagoning’ dari keresahan yang mulai muncul itu.
Bagi sebagian masyakat Lebong, hal ini mungkin mengingatkan mereka kepada sebuah konsep yang bernama ‘populisme’, atau politik yang menekan kepada keresahan dan aspirasi rakyat sebagai bahan bakar kampanye politisi.
Terkait hal tersebut menyimak orasi dari Salah satu Jurkam salah satu Paslon, yaitu Pernyataan salah satu mantan ketua komisi 1 DPRD Kabupaten Lebong yang menyebutkan bahwa pengelolaan pemerintah kabupaten Lebong sangat tidak teratur atau amburadul.
Hal ini sudah beberapa kali mendapat tanggapan dari kubu Petahana (Kopli Ansori-Roiyana) Paslon Nomor urut 1,

Dan puncaknya Minggu malam (27/10) pada kampanye tatap muka yang dihadiri ribuan warga masyarakat lebong utara dan kecamatan amen di depan PTM muara aman,Kopli Ansori sebut bukan kah pada masa ia menjabat sebagai ketua komisi 1 yang juga adalah mitra pemerintah dibidang pemerintahan, pemkab Lebong bahkan meraih sukses mendapatkan penghargaan SPBE terbaik tingkat kabupaten se pulau sumatera ?
https://portalbermano.com/langsung-diserahkan-oleh-presidenbupati-lebong-kopli-ansori-terima-penghargaan-spbe-terbaik-se-sumatera/
“Pemkab Lebong mampu menekankan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Lebong untuk dapat memperluas digitalisasi.sehingga pemerintah kabupaten Lebong didapuk oleh Presiden Jokowisoso dengan penghargaan SPBE Terbaik tingkat kabupaten se pulau sumatera dan satu satunya di provinsi Bengkulu.” Pungkas Kopli.
Menurutnya, pernyataan mantan Ketua Komisi 1 tersebut laksana meludah kelangit tetapi menjiprat diri sendiri.
“ini tidak sesuai dengan apa yang telah kita lakukan semasa dirinya menjabat sebagai mitra pemerintah kabupaten Lebong, justru tata kelolah pemerintah yang baik pemkab lebong didapuk penghargaan yang langsung saya terima dari bapak Presiden Joko Widodo di istana negara jakarta.” Tutur Kopli Ansori yang langsung disambut teriakan semangat dari ribuan warga dengan yel yel lanjutkan lanjutkan lanjutkan.
Simak Cuplikan Vidio Kopli Ansori sa’at menyampaikan Orasinya :
https://portalbermano.com/untuk-yang-kedua-kalinya-bupati-lebong-kopli-ansori-terima-penghargaan-uhc-dari-wakil-presiden-maruf-amin/
Hal senada juga disampaikan oleh orator orator dan juru kampanye lainnya yakni ketua tim pemenangan Paslon nomor urut 1 Dedi Haryanto SH dan tokoh masyarakat lainnya,
diantaranya yakni Nedi Haryanto Jalal dan Adi ogan. (RMF-NikBong)



















