Pewarta : rudhy Muhammad Fadhel.
Bengkulu. PortalBermano.com – Untuk memaksimalkan pencapaian target Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG/CKG),Pemerintah provinsi Bengkulu selenggarakannya kegiatan Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di Provinsi Bengkulu Tahun 2026 Rabu (1/70).

Hal ini diketahui dengan beredarnya surat undangan yang ditujukan kepada seluruh kepala dinas kesehatan kabupaten/kota seprovinsi Bengkulu dengan nomor surat B.400.7/192/III.2.DINKES/2026 yang ditanda tangtani oleh Kepala dinas kesehatan provinsi Bengkulu Yasman, M.Pd., M.K.M.
Diketahui pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di Provinsi Bengkulu Tahun 2026 dilaksanakan di Hotel Xtra yang terletak di kota Bengkulu dimulai pukul 13.30 sampai dengan Selesai.

Selanjut berdasarkan data yang berhasil dihimpun awak media PortalBermano.com dalam pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di Provinsi Bengkulu Tahun 2026 akan dilaksanakan juga penandatanganan Kesepakatan bersama antara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dalam rangka pencapaian target Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG/CKG).
Dari berbagai sumber didapati bahwa Tujuan dilaksanakannya Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) adalah untuk mengawasi, mengukur, dan memastikan program tersebut berjalan sesuai target, sasaran, serta pedoman yang telah ditetapkan.
Secara rinci, kegiatan Monev ini bertujuan untuk memastikan Capaian Sasaran: Memantau apakah layanan pemeriksaan kesehatan gratis telah menjangkau masyarakat berdasarkan siklus hidup (balita, usia sekolah, dewasa, hingga lansia) yang berulang tahun.
Kemudian menilai Kualitas Layanan, Mengevaluasi standar pelayanan medis, ketersediaan fasilitas, serta kelancaran pendaftaran peserta (seperti melalui integrasi aplikasi SatuSehat).
Selanjutnya mengidentifikasi Hambatan, Menemukan kendala teknis atau operasional di lapangan selama pelaksanaan pemeriksaan (skrining) berlangsung.
Lebih Lanjut adalah memberikan rekomendasi perbaikan kebijakan agar target deteksi dini penyakit bisa tercapai secara optimal dan efisien (RMF-NikBong)















