Sedianya, Wagub Bengkulu Rosjonsyah berasal dari Lebong, nyatanya bukan menjadi prioritas perbaikan segera. Tentu Rohidin-Rosnsyah atau R2 banyak dapat kritikan.
“Padahal Wagub kita orang Lebong, tapi kenyataannya tak direspon. Begitu juga ada wakil dprd di provinsi tak berpengaruh,” kritiknya.
Ia menambahkan, masyarakat banyak yang awam soal pembagian kewenangan jalan, mulai dari kewenangan Pemerintah Pusat, Pemprov, Pemkab, hingga desa. Kritik masyarakat tujuannya hanya ingin kondisi jalan yang rusak tersebut segera ditindaklanjuti atau ditangani.
“Salah alamat atau tidak, tidak ada urusan itu. Kita hanya melayangkan kritik dan apa yang kita kritik harus selesai (jalan rusak ditangani),” tuturnya.


















