Pewarta : Rudhy Muhammad Fadhel
Malang, PortalBermano.com – Bupati Lebong, H. Azhari, S.H., M.H., melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Malang untuk mengamati langsung inovasi sukses Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang dalam mengendalikan hama tikus. Dalam kunjungan ini, Bupati Azhari memfokuskan perhatian pada teknik penangkaran dan pemanfaatan burung hantu jenis Serak Jawa (Tyto alba) sebagai agen pengendali hayati Rabu (4/11)

Didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Lebong Silvia Evawani Alissa,SE.,MSi, Bupati Azhari mendapatkan penjelasan mendalam mengenai manajemen penangkaran Tyto alba. Inovasi ini dinilai berhasil menekan populasi hama tikus di lahan pertanian Kabupaten Malang secara signifikan tanpa merusak ekosistem.
Diwawancarai oleh awak media PortalBermano.com melalui sambungan Seluler Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Ir. Avicenna M. Saniputera, M.T., M.H., menyambut hangat kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Lebong tersebut. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan Pemkab Lebong yang telah memilih Kabupaten Malang sebagai daerah tujuan studi banding.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati Lebong beserta rombongan yang telah menjadikan Kabupaten Malang sebagai lokus kunjungan kerja. Pemanfaatan burung hantu Tyto alba ini merupakan teknik pengendalian hama tikus yang sepenuhnya bebas dari zat kimia berbahaya dan sangat ramah lingkungan,” ujar Avicenna.
Lebih lanjut, Avicenna merinci bahwa efektivitas Tyto alba terletak pada kemampuan adaptasi dan kapasitas berburunya yang tinggi. Di alam liar, satu ekor burung hantu dewasa mampu memangsa beberapa ekor tikus setiap malamnya, menjadikannya musuh alami yang sangat potensial untuk menekan serangan hama pada komoditas pangan. Sebagai langkah konkret, Pemkab Malang menerapkan strategi ini secara terstruktur melalui pendirian Rumah Burung Hantu (Rubuha) atau pagupon di area persawahan yang tersebar di 17 kecamatan guna memfasilitasi tempat tinggal dan lokasi berkembang biak alami bagi burung hantu tersebut.

Merespons penjelasan teknis tersebut, Bupati Lebong H. Azhari, S.H., M.H., memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan ekologis yang diterapkan oleh Pemkab Malang. Menurutnya, inovasi ini sangat relevan untuk diadopsi di Kabupaten Lebong guna memberikan proteksi optimal pada lahan pertanian warga sekaligus menjaga mutu pangan agar tetap sehat.
“Kami sangat terkesan dengan sistem manajemen penangkaran dan penyebaran Rubuha yang terstruktur di Kabupaten Malang. Ini adalah solusi konkret yang selama ini kami cari untuk mengatasi keluhan para petani di Lebong terkait hama tikus. Metode hayati menggunakan Tyto alba tidak hanya efisien secara biaya jangka panjang, tetapi juga sejalan dengan komitmen kami dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan yang berwawasan lingkungan,” tegas Bupati Azhari.
Bupati Azhari juga langsung menginstruksikan Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Lebong untuk segera menyusun rencana aksi (action plan) pascakunjungan kerja ini. Ia menekankan agar kajian teknis penangkaran burung hantu segera disesuaikan dengan kondisi geografis lahan persawahan di Lebong, sehingga replikasi inovasi ini dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Melalui kunjungan kerja ini, Pemkab Lebong berkomitmen penuh untuk mengadopsi teknik serupa guna mengatasi permasalahan hama tikus yang kerap dihadapi petani di Kabupaten Lebong. Penggunaan Tyto alba diharapkan dapat menjadi solusi berkelanjutan yang aman bagi kelestarian lingkungan pertanian di Bumi Swarang Patang Stumang. Demi terwujudnya kabupaten Lerbong Yang Maju, Berkeadilan, Dan Berdaya Saing Yang Berwawasan Lingkungan. (RMF-NikBong)



















