Pewarta : Rudhy Muhammad Fadhel.
Lebong. PortalBermano.com – Langsung di pimpin Plt kasatpol PP Drs A Ghozali., Satpol PP kabupaten Lebong kembali gelar Penertiban terhadap pelajar yang berada diluar lingkungan sekolah pada sa’at proses belajar mengajar sedang berlangsung. Rabu (15/10).

“Karena pemerintah ingin mewujudkan generasi mendatang yang unggul, hebat dan tertib mulai dari anak-anak atau sejak dini, dari sekolah inilah kita wujudkan kader-kader masa depan yang paham arti ketertiban di wilayah Kabupaten Lebong.”

Hal tersebut disampaikan oleh Plt Kepala satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kabupaten Lebong Drs Ahmad Ghozali sa’at memberikan pengarahan dan pembinaan kepada puluhan siswa SMK 3 Lebong yang berlokasi di wilayah kecamatan Lebong Selatan kabupaten Lebong.
Puluhan Siswa –Siswi terjaring razia Ketertiban umum yang dilaksanakan oleh satuan polisi Pamong Praja (Satpol PP) karena kedapatan berada diluar lingkungan sekolah pada sa’at proses belajar mengajar sedang berlangsung.
Diketahui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kabupaten Lebong kembali melaksanakan kegiatan penertiban terhadap anak sekolah yang berada di tempat umum sa’at proses belajar mengajar sedang berlangsung, dimana kali ini menyasar wilayah kecamatan Bingin kuning dan kecamatan Lebong Selatan.
Diseputaran SMP 5 kecamatan Bingin Kuning Tempatnya di desa Talang Liak 2 Tim berhasil menemukan 2 anak yang mengenakan seragam sekolah berada dilingkungan pemukiman masyarakat, selanjutnya tim bergerak ke-arah Lebong Selatan tepatnya di gedung tua Villa Pulau Harapan kelurahan Tes, tim menemukan dua remaja yang salah satunya mengenakan seragam sekolah sementara satu orang lainnya diduga remaja putus sekolah,dilokasi yang sama ikut serta di amankan dua unit kendaraan roda dua dan disalah satu kendaraan ditemukan benda tajam berupa Besi bulat dengan kondisi ujung yang tajam (runcing).
Dari Lokasi Villa Pulau harapan Tim kembali bergerak kearah kecamatan Bingin Kuniing, tepatnya di desa Tik Jeniak tim menemukan sekelompok/Puluhan siswa-siswi salah satu SMK yang tidak jauh dari lokasi tersebut sedang berada di luar lingkungan sekolah sementara sa’at itu sedang berlangsung proses belajar mengajar (jam belajar).

Dilokasi ini terjadi aksi kejar kejaran antara Tim Satpol PP dengan puluhan pelajar putra yang mencoba melarikan diri, Namun dengan kesigapan dan pendekatan yang Humanis Tim Satpol PP berhasil menemukan dan berdialog dengan mereka, Hal yang sama juga dilakukan terhadap sejumlah pelajar putri dan untuk selajutnya di lakukan pembinaan dengan melibatkan langsung para guru dari dan dilokasi sekolah mereka.
Seusai melakukan pembinaan dilokasi sekolah , Sejumlah siswa lainnya dibawa ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pembinaan secara Intensif dengan melibatkan orang tua masing masing.
Diwawancarai oleh awak media PortalBermano.com, kepala sekolah SMK 3 Lebong Feni Arisandi menyampaikan afresisasi yang setinggi- tingginya kepada pemerintah kabupaten Lebong terkhusus kepada Satpol PP yang telah memberikan perhatian dengan melakukan penertiban terhadap para pelajar yang sering berada di luar lingkungan sekolah pada sa’at proses belajar mengajar sedang berlangsung.

“Kami atas nama keluarga besar SMK 3 Lebong mengucapkan terimakasih yang setiingi-tingginya kepada pemerintah kabupaten Lebong melalui Satuan Polisi Pamong Praja (SATPOL PP) yang telah memberikan perhatian kepada anak anak kami dengan menertibkan mereka untuk tidak berada diluar lingkungan sekolah pada sa’at proses belajar mengajar sedang dilaksanakan.”Ungkap Feni Arisandi.

Hal senada juga disampaikan oleh kepala sekolah SMP 5 kabupaten Lebong Santi yang berlokasi di desa Talang liak 2 kepada awak media PortalBermano.com selain menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemerintah kabupaten Lebong yang telah melaksanakan Kegiatan penertiban terhada para pelajar yang berada diluar lingkungan sekolah pada sa’at proses belajar mengajar sedang dilaksanakan, dirinya juga menyampaikan keluhan terkait keberadaan sejumlah warung/toko disekitar lingkungan sekolah yang masih menjual bebas Lem Aibon kepada anak anak, meskipun pihaknya sudah berulangkali menyampaikan keberatan atas hal tersebut.
“Kami sudah berkordinasi kepada pihak desa dan polsek serta pihak terkait lainnya, namun hal tersebut hingga kini masih berlangsung .” ucap Santi seraya menunjuk arah salah satu lokasi warung yang diduga masih menjual lem Aibon kepada anak anak. (RMF-NikBong)



















