Berulang kali Tanggul Dam Sabo Jebol Ancam Ribuan Hektar Sawah Produktive Balai Sumatera VII “Cuek”

Sekedar ulasan,Sudah beberapa kali pihak pemerintah kabupaten Lebong melalui Dinas PUPR-Hub menyurati BWS Sumatera VII melaporkan peristiwa jebolnya tanggul Dam Sabo yang mengakibatkan terjadinya Bencana terhadap ribuan hektar Lahan Persawahan produktive milik masyarakat di 5 Kecamatan dalam wilayah kabupaten Lebong (Gagal Tanam,Gagal Tumbuh dan akhirnya Gagal Panen).

Baca Juga :DAM Sabo Jebol, Balai Segera Harus Normalisasi

Klimaksnya,Wakil Bupati Drs Fahrurrozi M.Pd Pada Tahun 2022 yang lalu Sempat berbicara dengan nada keras menyampaikan perihal dampak buruk dari jebolnya tanggul Sabo sa’at digelarnya rapat kordinasi bersama dengan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dan dihadiri oleh Sejumlah anggota DPR RI dari komisi V terkait Penanganan Banjir di Provinsi Bengkulu.

Pip Haryono Tunjau Perbaikan Tanggul Dam Sabo yang Jebol dihantam Banjir dan ancam ribuan Hektar sawah masyarakat
Pip Haryono Tunjau Perbaikan Tanggul Dam Sabo yang Jebol dihantam Banjir dan ancam ribuan Hektar sawah masyarakat

Senin (3/4) terpantau sejumlah pihak meninjau lokasi Jebolnya Tanggul Dam Sabo yang mengancam ribuan hektar sawah tersebut,Selain Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dan tim,nampak juga Anggota DPRD kabupaten Lebong dari Partai Amanat Nasional yang juga adalah sekretaris Komisi III Pip Haryono datang meninjau dan memberikan semangat kepada para pekerja yang sedang memperbaiki tanggul yang Jebol,

Data terhimpun jika memungkinkan para pekerja dibawah komando BPBD Lebong juga akan melakukan normalisasi aliran sungai Kotok yang mengandung belerang selain memperbaiki Tanggul yang jebol agar tidak masuk ke aliran Irigasi yang tidak jauh dari tanggul yang mengaliri ribuan hektar sawah masyarakat .

Kepada awak media PortalBermano.com Pip Haryono mengafresiasi langkah tegas mesti berisiko yang dilakukan oleh Pemerintah kabupaten Lebong dalam memperbaiki Tanggul Dam Sabo yang jebol ini, Akan tetapi demi untuk menyelamatkan lahan persawahan Warga agar tidak timbul bencana (Gagal tanam,gagal tumbuh,dan akhirnya gagal panen),apalagi sa’at ini masyarakat segera akan memasuki musim turun tanam kedua (MT-II).

Follow Portal Bermano di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan