
Pewarta : Rudhy Muhammad Fadhel
Lebong.PortalBermano.Com – Berbagai bencana melanda Kabupaten Lebong sepanjang awal Juli 2023 ini. Diketahui, Dalam sehari ada dua bencana di dua titik lokasi berbeda yang terjadi Kabupaten Lebong, Kamis (6/7) malam.
Menurut catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kejadian bencana tersebut berupa banjir, hingga tanah longsor.

Peristiwa Pertama , material longsor kembali menutupi badan jalan kewenangan pemerintah provinsi Bengkulu Ruas Curup-Muara Aman yang terjadi di Desa Talang Ratu Kecamatan Rimbo Pengadang Kabupaten Lebong, sekitar pukul 21.00 WIB.
Kapolres Lebong, AKBP Awilzan melalui Kapolsek Rimbo Pengadang, IPTU Budi Trisna menyebutkan, pihaknya melaksanakan pembersihan material longsor yang berisi batu, tanah, beserta pohon dan rantingnya.
“Kita singkirkan. Sebab, dapat menyebabkan pengguna jalan kecelakaan dikarenakan tidak adanya pencahayaan dan hari hujan,” jelas Kapolsek, tadi malam.
Menurutnya, pembersihan dilakukan manual dengan peralatan seadanya. Sebab, ketinggian material longsor hanya setinggi tumit mata kaki.
“Pukul 21.30 wib sisa batang dan ranting pohon sudah dipotong dan digeser ke tepi jalan dan arus lalin sudah dapat dilalui dengan lancar,” ungkapnya.
Dia juga mengaku, pihaknya telah menyampaikan imbauan agar para pengemudi lebih berhati-hati bila melintasi wilayah tersebut.
“Personil Polsek Rimbo Pengadang juga menghimbau bagi pengendara agar berhati-hati terkait tanah longsor dan batu besar berguguran ke jalan, jika hujan lebat disertai angin kencang,” demikian Kapolsek.
Peristiwa kedua , Dampak Hujan yang mengguyur Kabupaten Lebong, sejak Kamis (6/7) sore, menyebabkan debit air naik di wilayah Kabupaten Lebong.

Hujan juga menggenangi pemukiman di Desa Kampung Dalam, Kecamatan Lebong Utara. Namun, genangan itu akibat luapan air saluran air yang tersumbat di wilayah itu.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Lebong melalui Analis Kebencanaan BPBD, Masayu Uminil Hana memastikan telah menerima laporan naiknya debit air tersebut.
Air di Desa Kampung Dalam setinggi lutut orang dewasa. Hal itu berdasarkan foto warga yang diterima pihaknya.
“Kita pantau masih aman, banyak warga masih ingin bertahan di rumahnya, karena memang sudah jadi langganan,” tuturnya.(Alexander)


















