Dinkes Lebong Imbau Waspada DBD, Berikut Tips Mengatasinya

Pewarta : Rudhy Muhammad Fadhel.

Lebong. PortalBermano.com – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Lebong masih terus bertambah, meski tidak menanjak seperti dalam beberapa waktu lalu.

Kadis Kesehatan Kabupaten Lebong, Rachman melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Evan Martha mengatakan, kasus DBD dalam beberapa waktu terakhir cenderung melandai dan tidak banyak di banding beberapa minggu lalu.

“Saat ini masih ada kasus DBD, pasien yang masih dalam pemantauan Dinkes sekitar dua. Yang lainnya telah sembuh,” ujarnya, Senin (2/9).

 

 

Evan menambahkan, DBD merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup serius dan dapat mengancam nyawa masyarakat. Penyakit DBD sendiri adalah penyakit yang diakibatkan oleh adanya gigitan nyamuk aedes Aegypti yang sangat identik dengan musim hujan di daerah tropis atau subtropis.

Hal ini dikarenakan genangan air yang ada pada lubang atau barang-barang bekas akibat hujan menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk melakukan berbagai pencegahan yang dapat menghambat atau menghentikan perkembang biakan nyamuk di sekitar lingkungan kita.

“Jika tidak ditangani dengan baik, demam berdarah bisa menyebabkan komplikasi yang cukup parah, bahkan berpotensi menyebabkan kematian,” tutur Evan.

Berikut ini adalah cara yang dapat kita lakukan secara bersama di lingkungan sekitar kita dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Langkah ini biasa disebut dengan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air, dan mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus DBD pada manusia.

Selain 3 M diatas yang dimaksud pada poin plus, antara lain menanam tanaman yang dapat menangkal nyamuk, memeriksa tempat-tempat yang digunakan untuk penampungan air, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan obat anti nyamuk, dan memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi yang ada di rumah.

Kemudian, melakukan gotong royong untuk membersihkan lingkungan secara bersama, meletakkan pakaian yang telah digunakan dalam wadah yang tertutup, memberikan larvasida pada penampungan air yang susah untuk dikuras, dan memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar. (Alexander)

 

Follow Portal Bermano di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *