Pewarta : Rudhy Muhammad Fadhel.
Lebong. PortalBermano.com – Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Lebong mengadakan event Branding Apoteker, pengukuhan ASK ME DAGUSIBUSI,dengan mengambil tempat di balai desa Gandung baru kecamatan Lebong Utara kabupaten Lebong Sabtu (30/9) di hadiri oleh kepala dinas kesehatan kabupaten Lebong Rachman SKM.M.Si yang di wakili oleh Sekretaris dinas Zulkipli SKM.

Selamat hari farmasi sedunia !!!
Peringatan World Pharmacist Day (hari Farmasi sedunia) diperingati pada tanggal 25 September setiap tahunnya.
Peringatan ini merupakan momen yang sangat penting bagi insan farmasi sedunia yang disebut dengan Hari Farmasi Sedunia.
Adapun tema world pharmacist day 2023 yang diusungkan oleh Federasi Farmasi Internasional’ Apoteker memperkuat sistem Kesehatan Nasional.
Peringatan hari farmasi sedunia dimeriahkan oleh para apoteker disetiap wilayah Pengurus Cabang IAI se-Provinsi Bengkulu.

Ketua Pengurus cabang (PC) IAI kabupaten lebong yang di ketuai oleh Aris Febriyanto S,Farm. meskipun baru beberapa waktu lalu terbentuk tidak kurang semangatnya melaksanakan peringatan World Pharmacist Day (WPD).
Kepada awak media PortalBermano.com Aris Febriyanto S.Farm menyampaikankan bahwa, Dalam rangka Hari Farmasi Sedunia atau World Pharmacists Day (WPD) diperingati setiap tanggal 25 September, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Pengurus Cabang Lebong meluncurkan Kampung ASK ME Dagusibu dan Bekerjasama dengan PMI dalam Penjaring Donor Aktif di Desa Gandung Baru, Kecamatan Lebong Utara.
ASK ME Dagusibu merupakan singkatan dari Apoteker Sahabat Keluarga Melayani Edukasi Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang Obat dengan Benar.
Ketua PC IAI Lebong, apt. Aris Febriyanto, S.Farm mengatakan, tujuan dibentuknya Kampung Dagusibu adalah ingin menguatkan peran apoteker di masyarakat, sekaligus meningkatkan pengetahuan mereka tentang penggunaan obat.
“Sehingga tidak ada lagi kesalahan penggunaan obat, warga mengetahui dan paham penggunaan obat sederhana untuk di rumah, mulai dari mendapat, menggunakan, menyimpan, hingga membuangnya,” jelas apt.Aris
Acara ini mendapatkan dukungan dari lintas sektor, dan antusiasme masyarakat yang cukup baik.
Dalam momen ini, pihaknya tak hanya memberikan edukasi tentang Dagusibu namun juga mengadakan penjaring donor aktif di desa gandung baru.
Sosialisasi mengenai perlakuan obat ini masih gencar dilakukan untuk mengedukasi masyarakat awam.
“Tahun ini, salah satu bentuk kegiatannya adalah membentuk Kampung ASK ME Dagusibu,” ucapnya.
Dalam upaya ini, pihaknya memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk lebih aktif dan mandiri dalam memperlakukan obat secara baik dan benar.
Lewat upaya ini, IAI melakukan mentoring, serta membentuk kader-kader di wilayah yang menjadi fokus pengembangan program.
“Intinya kami berharap masyarakat mampu mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat secara benar,” pungkasnya. (RMF-Nikbong)



















