Pewarta : Rudhy Muhammad Fadhel.
Lebong. PortalBermano.com – Satpol PP bersama Tim gabungan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), mulai menertibkan ratusan alat peraga sosialisasi (APS) dan menyerupai alat peraga kampanye (APK) milik peserta Pemilu 2024, Sabtu (11/11) lalu.

Penertiban dengan pencopotan ini dilakukan karena keberadaan APS tersebut melanggar aturan.
Anggota Bawaslu Kabupaten Lebong Renaldo Saputro mengatakan, penertiban ini digelar selama tiga hari, atau terhitung tanggal 11 sampai 13 November 2023.
Untuk tanggal 11 November menyasar Kecamatan Tubei, kecamatan Lebong Atas, kecamatan Amen dan Kecamatan Lebong Utara.
“Hari pertama sudah ada 213 APK dan menyerupai APS ditertibkan,” kata Minggu (12/11).
Menurutnya, penertiban ini berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Lebong Nomor 03 tahun 2020 tentang penyelenggaraan ketertiban umum ketentraman masyarakat dan perlindungan masyarakat.
“Masing-masing caleg mendapatkan kesempatan mencopot sendiri, namun karena di jalanan masih banyak ditemukan, akhirnya disepakati untuk ditertibkan bersama,” ujarnya.
Lanjut dia menjelaskan, penertiban APK ini dalam rangka menjaga ketertiban dan ketentraman di masyarakat. Karena sebelumnya diawali dengan rapat koordinasi dengan pimpinan parpol soal penertiban alat peraga kampanye.
“Harapannya memang bisa ditertibkan sendiri, dengan harapan meningkatkan situasi wilayah di Lebong tetap kondusif. Tetapi, masih ada yang belum mengambil sehingga harus ditertibkan bersama-sama,” Ungkap Renaldo.
Hal senada juga disampaikan oleh kepala satuan polisi pamong Praja kabupaten Lebong Andrian Aristiawan SH, sa’at dibincangi awak media PortalBermano.com melalui sambungan Seluler Minggu (12/11) sore.
“Benar kami dari Satuan Polisi Pamong Praja sudah beberapa hari ini dilibatkan untuk penertiban alat peraga kampaye (APK) yang masih terlihat di beberapa titik lokasi dalam wilayah kabupaten Lebong dimana Alat Peraga Kampanye tersebut belum di tertibkan oleh pemiliknya sebagaimana Berita acara kesepakatan yang sudah dibuat sebelumnya.” Tutup Andrian Aristiawan.(Alexander)

















