Pewarta : Rudhy Muhammad Fadhel
Lebong, PortalBermano.com – Bupati Lebong, H. Azhari, S.H., M.H., menyambut baik persiapan pembentukan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif-TP) di Kabupaten Lebong. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektor pembahasan Nama dan Logo Yonif-TP di Ruang Rapat Sekdakab Lebong, Senin (5/10/2026).

Selain dihadiri Bupati Azhari, rapat ini juga diikuti oleh Perwira Penghubung Kodim 0409 Rejang Lebong sekaligus Danramil 409-01 Lebong Utara, Kapten Inf Efrizal, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Desmi Elita Anwar, SE.,ME., Kepala Bagian Pemerintahan Setdakab Lebong, Tantawi, S.P., serta perwakilan Badan Musyawarah Adat (BMA), tokoh masyarakat,Kabupaten Lebong.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Azhari menyampaikan bahwa keberadaan Yonif-TP mutlak dibutuhkan demi percepatan pembangunan di Kabupaten Lebong. Langkah ini juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan Kabupaten Lebong yang maju, berkeadilan, berdaya saing, dan berwawasan lingkungan.
Azhari menjelaskan, manfaat utama dari pembentukan Yonif-TP adalah menjalankan peran ganda, yakni sebagai fungsi pertahanan sekaligus akselerator kesejahteraan sipil melalui kolaborasi langsung dengan pemerintah daerah.
Berbeda dengan batalyon konvensional, Yonif-TP memiliki kompi-kompi khusus (seperti pertanian, peternakan, perikanan, kesehatan, dan konstruksi/zeni) yang memberikan dampak nyata pada percepatan pembangunan wilayah pelosok, perbatasan, maupun pedesaan melalui aspek-aspek berikut:
- Penguatan Ketahanan Pangan Lokal, Prajurit Yonif-TP diterjunkan langsung untuk mengolah lahan kritis menjadi produktif serta mendampingi petani. Kompi pertanian, peternakan, dan perikanan di batalyon ini berfungsi mendukung program swasembada pangan nasional langsung dari tingkat kabupaten.
- Pemerataan dan Percepatan Infrastruktur, Melalui kompi konstruksi (zeni), batalyon ini membantu membangun dan memperbaiki fasilitas umum yang rusak atau terisolasi, seperti jalan desa, irigasi sawah, renovasi rumah, hingga pembangunan jembatan darurat (Bailey). Hal ini memangkas waktu birokrasi dan logistik dalam membuka akses wilayah terpencil.
- Stimulus Ekonomi Lokal (Multiplier Effect), Kehadiran markas militer dengan ratusan prajurit beserta keluarganya secara otomatis menciptakan pasar baru. Aktivitas konsumsi harian para prajurit memicu perputaran uang, menghidupkan UMKM/ritel, meningkatkan daya beli masyarakat, serta menaikkan nilai aset atau harga tanah di wilayah sekitar pangkalan.
- Solusi Layanan Darurat dan Kesehatan Pelosok, Keberadaan kompi kesehatan di struktur Yonif-TP menjadi fasilitas medis darurat bagi masyarakat pelosok yang jauh dari rumah sakit kota. Prajurit medis TNI aktif memberikan layanan pengobatan gratis serta membantu menekan angka stunting serta kematian ibu dan anak.
- Menjaga Stabilitas Keamanan sebagai Fondasi Investasi, Penempatan pasukan di wilayah strategis terbukti mampu menurunkan angka kriminalitas lokal secara drastis. Kondisi daerah yang aman dan kondusif memberikan rasa tenang bagi warga untuk bekerja sekaligus menarik minat investasi masuk ke daerah.
- Kecepatan Respons Tanggap Bencana, Personel Yonif-TP menjadi kekuatan terdepan di daerah yang bergerak cepat melakukan evakuasi, membuka dapur umum, dan memulihkan akses transportasi yang lumpuh akibat bencana alam tanpa harus menunggu bantuan dari pusat.
Melalui kehadiran Yonif-TP, Pemkab Lebong optimistis sinergi antara TNI dan pemerintah daerah akan menjadi motor penggerak utama dalam membawa perubahan positif bagi kesejahteraan masyarakat Lebong secara berkelanjutan. (RMF-NikBong)



















