Pewarta : Rudhy Muhammad Fadhel
Lebong. PortalBermano.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu mengadakan Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana yang dibuka dan dihadiri langsung oleh Bupati kabupaten Lebong H,Azhari,SH.,MH.,Selasa (23/12).

Sosialisasi yang digelar di aula kantor Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Lebong yang dihadiri juga oleh Pj Sekretaris daerah kabupaten Lebong,Dr, H,Syarifudin,S.Sos.,MSi., ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait mitigasi dan penanggulangan bencana.

Materi yang diberikan antar lain mengenai Kebijakan Mitigasi dan Manajemen Penanggulangan Bencana. Dalam materi ini disampaikan mengenai bagaimana dasar hukum, tugas pokok dan fungsi lembaga lembaga kebencanaan yang ada diantaranya yaitu Unit Pelaksana Penanganan Bencana (Unit Laks), Kelurahan/Desa Tangguh Bencana (KALTANA), dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB).
Salah satu ancaman bencana yang ada di diwilayah kabupaten Lebong selain banjir adalah tanah longsor sehingga materi yang diberikan berupa faktor penyebabnya, tipe-tipe tanah longsor, tipologi batuan penyusun, macam-macam vegetasi yang dapat megurangi terjadinya tanah longsor, rembesan air pada lereng sebagai tanda-tanda akan terjadinya tanah longsor, struktur batuan, rock fall karena kelerengan, proses terjadinya tanah longsor, sistem pemantauan gerakan tanah terpusat berupa alat peringatan dini (Early Warning Sytem/EWS), dan cara penanggulangannya.
Bupati kabupaten Lebong H,Azhari,SH.,MH., melalui kepala pelaksana (Kalaks) BPBD kabupaten Lebong Syaprul,SE., kepada awak media menyebutkan bahwa Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana adalah program penting dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menyosialisasikan kesiapsiagaan bencana ke masyarakat, sekolah, dan pemerintah desa, dengan tujuan meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan partisipasi publik dalam mitigasi serta pencegahan bencana, melalui simulasi, pelatihan, sosialisasi materi seperti penggunaan dana desa untuk bencana, hingga pembentukan desa tangguh bencana agar masyarakat siap bertindak cepat dan tepat saat terjadi bencana alam seperti gempa, tanah Longsor, dan banjir.
Lebih jelas Syaprul menambahkan bahwa tujuan komunikasi Inpormasi Edukasi (KIE) Rawan Bencana antara lain :
-Meningkatkan Pemahaman, Agar masyarakat mengerti potensi bencana di wilayahnya dan cara pemerintah dalam penanggulangannya.
Meningkatkan Kesiapsiagaan, Melatih masyarakat untuk bertindak cepat melalui simulasi, gladi lapang, dan pemahaman prosedur evakuasi.
Meningkatkan Partisipasi, Mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam program mitigasi dan pencegahan bencana.
Kedepan Hal ini diImplementasikan dalam berbagai program/Kegiatan seperti :
-Sosialisasi, Penyampaian materi di tingkat desa, sekolah (BPBD Goes to School), hingga kelompok masyarakat.
-Simulasi & Gladi, Latihan evakuasi dan respons bencana di sekolah atau lingkungan pemukiman.
-Penyediaan Informasi, Pemasangan papan informasi bencana dan penyebaran infografis.
Pembentukan Komunitas, Membentuk Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana/Keltabena).
Penyampaian Materi, Penggunaan Dana Desa untuk kebencanaan, rencana kontinjensi, dan komunikasi darurat. Jelas Syaprul,
Untuk Sementara BPBD kabupaten Lebong kembali akan mengaktifkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah yang selama kurang lebih dua tahun terakhir Vakum.
“Kita segera akan mengaktifkan kembali Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),yang pernah ada dan berasal dari kurang lebih enam puluh desa dalam wilayah kabupaten Lebong.” UJar Syaprul. (RMF-NikBong)

















