Pewarta Rudhy Muhammad Fadhel.
Lebong. PortalBermano.com – Tim Penyelidikan Epidemiology Dinas kesehatan kabupaten Lebong lakukan penyelidikan penyebab 21 santi pondok pesantren alami kecarunan yang diduga disebabkan oleh makanan yang mereka konsumsi .

Lebih dari 20 santri dari salah satu pondok pesantren yang berlokasi di wilayah kecamatan Lebong Atas kabupaten Lebong alami muntah muntah dan pusing serta sakit pada bagian perut.Sabtu (8/2).
Peristiwa tersebut terjadi setelah malam dan pagi harinya mereka menyantap hidangan berupa nasi kuning dan Mie.
“Tadi malam kami makan nasih kuning dan Mie, setelah itu paginya sebelum masuk jam belajar kami sarapan Mie yang disajikan oleh Ummi.” Ungkap salah satu santri, sa’at awak Media PortalBermano.com melakukan peliputan langsung di Rsud Lebong bertepatan dengan kunjungan kepala dinas kesehatan kabupaten Lebong Rachman SKM.M.Si dengan didampingi oleh Kasi Pelayanan Rsud Lebong dr Eni Efriyani.

Puluhan Santri salah satu pondok pesantren diduga korban keracunan makanan dan masih berusia anak anak itu dirawat dengan baik di unit PICU dan NICU rumah sakit umum daerah (RSUD) kabupaten Lebong, selain dilayani oleh petugas ruangan PICU dan NiCU dengan baik,mereka juga langsung ditunggu oleh orang tua asuk mereka pengelolah Pondok pesantren.
Berikut Vidio Wawancara Awak Media PortalBermano.com bersama Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Lebong Raman Skm.,M.Si :
“Untuk sementara berdasarkan hasil Dianogsa petugas yang melakukan pelayanan dan perawatan,puluhan santri ini mengalami intoksikasi makanan ,” Jelas Rachman.

selain itu, kepala Dinas Kesehatan kabupaten Lebong Rachman Skm.M.Si langsung memerintahkan TIM Penyelidikan Epidemiology (PE) dari bidang P2p Dinas kesehatan kabupaten Lebong untuk melakukan penelusuran / penyelidikan terhadap peristiwa tersebut.
“Selain memerintahkan jajaran Rumah sakit untuk memberikan pelayanan semaksimal mungkin dan berikutnya saya juga sudah memerintahkan kepala bidang P2P Dinkes Lebong beserta Tim Penyelidikan Epidemiology (PE) untuk segera melakukan penelusuran kejadian tersangka keracunan makanan di lokasi Pondok pesantren dimaksud.” Ungkap Rachkman.
Ditambahkan oleh Kadinkes Rachman SKM.M.Si berharap kerjasama dan informasi dari pihak pengelolah Pondok pesantren untuk dapat memberikan keterangan yang selengkapnya untuk mengantisifasi kemungkinan kejadian yang sama secara berulang. Menyebar di tempat lain.(RMF-NikBong)

















