Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Lebong, Rama Chandra mengaku, ada beberapa catatan pihaknya usai mendengar paparan jajaran PDAM TTE Lebong. Salah satunya mengenai distribusi air.
“Tidak lancarnya distribusi air sekitar 6.000 pelanggan sekian. Itu faktor pertamanya tidak ada water mater,” kata Rama Chandra.
Lanjut dia menjelaskan, instalasi perpipaan sebagai media distribusi air juga menjadi kendala. Padahal, anggaran untuk membangun perpipaan di daerah itu cukup besar. Baik menggunakan APBN maupun APBD.
“Dari intake itu ada instalasi lagi, yang nantinya akan menghubungkan ke rumah warga. Ini yang tidak tersedia,” demikian akhiri Politisi Gerindra itu.
Informasi lain, Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Lebong, telah melaksanakan penghitungan nilai aset PDAM TTE yang melibatkan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).
Hasilnya, total aset PDAM TTE Lebong mencapai Rp 59 miliar. Yang terdiri aset yang menggunakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Wilayah VII sebesar Rp 33.468.785.000.000 miliar.
Kemudian, aset penyertaan modal tahun 2012 dari Rejang Lebong sebesar Rp 25.348.863.000, dan dana pernyataan modal dari DPRD Lebong pada tahun 2016 sebesar Rp 1 miliar.
Total aset Rp 59 miliar itu tercatat sebagai aset tidak bergerak. Mulai dari bangunan, tanah, meubeler jaringan instalasi pipa, hingga dana penyertaan modal.(Alexander)















![IMG-20220501-WA0035[2]](https://portalbermano.com/wp-content/uploads/2022/07/IMG-20220501-WA00352-300x178.jpg)



