Pewarta : Rudhy Muhammad Fadhel.
Lebong. PortalBermano.com – Wujud sinergi dan komitmen antara pemerintah provinsi Bengkulu dan Pemerintah Kabupaten Lebong dalam mengoptimalkan layanan kesehatan dasar dan pencegahan penyakit menular dan memutus rantai penularan pada kelompok berisiko tinggi Pemkab Lebong bersama Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu bakal gelar program CKG terintegrasi TBC.

Hal ini dsampaikan oleh kepala dinas kesehatan kabupaten Lebong Rachman SKM.,MKM.,MSi., kepada awak media PortalBermano.com sa’at usai menerima kunjungan kepala bidang P2p Dinas kesehatan provinsi Bengkulu Dr. drg. H. Edriwan Mansyur, MM., dan rombongan di kantor dinas kesehatan kabupaten Lebong Selasa (7/7).
Disampaikan oleh Rachman SKM.,MKM.,MSi,kunjungan kerja Kepala bidang P2p dinas kesehatan provinsi Bengkulu Dr. drg. H. Edriwan Mansyur, MM., beserta rombongan ke kabupaten Lebong selain melakukan evaluasi dan pemantauan pelaksanaan program prioritas bidang P2p dan upaya penurunan angka kesakitan penyakit menular dan tidak menular sekaligus kordinasi Lintas sektor memperkuat sinergi dan komitmen antara pemerintah provinsi Bengkulu dan pemerintah kabupaten Lebong dalam mengoptimalkan layanan kesehatan dasar dan pencegahan penyakit dikabupaten Lebong.

Selanjutnya Rachman SKM.,MKM.,MSi juga menyebutkan bahwa dalam pertemuan bersama kepala bidang P2p dinas kesehatan provinsi Bengkulu Dr. drg. H. Edriwan Mansyur, MM., juga dibahas mengenai upaya peningkatan program Pemeriksaan kesehatan gratis atau Cek kesehatan Gratis (PKG/CKG) yang terintegrasi dengan pemeriksaan dan layanan lanjutan penyakit Tuberkulosis (TBC)
Lebih lanjut Rachman,SKM.,MKM.,MSi., menyebutkan bahwa cek kesehatan gratis (CKG) terintegrasi Tuberkulosis (TBC) adalah Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang terintegrasi dengan Skrining Tuberkulosis (TBC) yang merupakan inisiatif strategis kementerian kesehatan melalui bidang pencegahan dan pengendalian penyakit (P2p) untuk mendeteksi penyakit menular dan tidak menular sejak dini.
Lebih rinci Rachman SKM.,MKM.,MSi., menyampaikan bahwa program CKG terintegrasi TBC (Skrining TBC) dengan sasaran utamanya adalah kelompok kontak erat seperti anggota keluarga atau rekan yang tinggal serumah dengan penderita TBC. Disusul dengan kelompok Komorbid (Seseorang mengalami dua atau lebih penyakit atau masalah kesehatan secara bersamaan), yaitu penyandang Diabetes Melitus (DM), HIV, atau kondisi kekebalan tubuh rendah, dimana dengan gejala klinis batuk terus-menerus selama lebih kurang 2 minggu, berat badan turun drastis, atau sering berkeringat malam hari tanpa sebab.
Berikut Vidio wawancara Awak media PortalBermano.com bersama Kadinkes Lebong Rachman SKM.,MKM.,MSi :
Layanan CKG terintegrasi TBC ini diberikan kepada seluruh masyarakat yang datang ke posko CKG atau Puskesmas dan akan menerima layanan komprehensif tanpa dipungut biaya.
Pemeriksaan Dasar (CKG) terintegrasi TBC antara lain Cek tensi darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat, Skrining Gejala TBC, Wawancara terstruktur mengenai riwayat kontak dan gejala fisik, Deteksi Medis Lanjutan dan pengambilan sampel dahak (Tes Cepat Molekuler/TCM) dan rontgen dada (Mobile/Portable X-Ray) jika ditemukan indikasi medis.
Layanan Program ini nanti akan dilaksanakan secara berkala melalui metode jemput bola oleh Dinas Kesehatan dan Puskesmas di berbagai fasilitas publik, sekolah, instansi pemerintah, hingga lingkungan desa. Warga juga bisa melakukan skrining kesehatan mandiri sebelum datang ke fasilitas kesehatan melalui aplikasi SatuSehat Mobile, demikian Rachman SKM.,MKM.,MSi. (RMF-NikBong)



















